MALUKU — Musikal Warriors garapan Lin-Manuel Miranda dan Eisa Davis resmi mengumumkan jajaran pemain serta jadwal pentas perdana di Lunt-Fontanne Theatre, Broadway, mulai 9 Maret 2027. Casey Likes, Amber Gray, dan Jasmine Cephas Jones masuk daftar cast utama untuk adaptasi film 1979 karya Walter Hill dan novel Sol Yurick tersebut. Malam pembukaan resmi dijadwalkan 8 April 2027.
Pengumuman cast dan jadwal pentas disampaikan langsung oleh tim produser yang terdiri dari Miranda, Thomas Kail, Luis A. Miranda Jr., dan Jeffrey Seller. Warriors menjadi proyek Broadway terbaru Miranda setelah sukses besar Hamilton, kali ini ia menulis buku, musik, dan lirik bersama Eisa Davis.
Casey Likes, yang dikenal lewat Back to the Future dan Almost Famous, dipercaya memerankan Luther. Karakter ini di film aslinya dibawakan David Patrick Kelly dan dikenal lewat dialog ikonik "Warriors – come out to play-ee-eh…".
Amber Gray, bintang The Rocky Horror Show dan Hadestown, mendapat peran Ajax yang di film diperankan James Remar. Sementara Jasmine Cephas Jones dari serial Lanterns memerankan Swan, karakter yang di layar lebar dibawakan Michael Beck.
Nama lain yang melengkapi cast awal adalah Jaci Calderon sebagai Fox, Aneesa Folds (Cleon), Julia Harriman (Mercy), Sasha Hutchings (Cowgirl), Gizel Jiménez (Rembrandt), Kenita R. Miller (Cochise), Sasha Allen (Cyrus), dan Donald Webber Jr. dari serial Severance sebagai Masai.
Warriors diadaptasi dari film Paramount Pictures rilisan 1979 garapan Walter Hill serta novel Sol Yurick tahun 1965. Produser menggambarkannya sebagai musikal penuh adrenalin tentang kesetiaan, persahabatan, pencarian perdamaian, kekuatan, dan bertahan hidup dalam satu malam kacau di New York.
Alkisah, geng fiktif bernama Warriors dari Coney Island dijebak atas pembunuhan pemimpin terhormat bernama Cyrus dalam sebuah pertemuan di Bronx. Mereka harus bergegas pulang ke Coney Island untuk membuktikan innocence dan menyelamatkan harapan perdamaian Cyrus di kota yang berbahaya.
Versi musikal ini melakukan reinterpretasi cerita, salah satunya mengubah geng-geng laki-laki di film asli menjadi geng perempuan.
"We're having the time of our lives making Warriors," ujar Miranda dan Davis dalam pernyataan resmi. "It's a rollercoaster like the Coney Island Cyclone, with all the action of Walter Hill's classic film."
Keduanya menyebut Warriors sebagai cerita New York sejati, dengan musik yang menyerap berbagai genre yang lahir dan berkembang di sana, dari hip-hop, salsa, ska, hingga metal. "It's an edge-of-your-seat journey from Brooklyn to the Bronx and back again. It's a dream of a more peaceful city where we all come home alive. This is the sound of something being born," lanjut mereka.
Jenny Koons duduk sebagai sutradara, dengan Andy Blankenbuehler mengisi posisi co-director sekaligus koreografer. Tim kreatif juga mencakup David Korins untuk desain panggung, Dede Ayite untuk kostum, Natasha Katz untuk tata cahaya, serta Jason Crystal untuk tata suara.
Hana S. Kim menangani desain proyeksi, Drew Leary sebagai pengarah pertarungan, Kurt Crowley sebagai music supervisor sekaligus penggarap orkestrasi bersama Mike Elizondo dan Scott Wasserman. Desain wig, rambut, dan rias dipercayakan pada Nikiya Mathis.
Bagi penikmat teater musikal, Warriors menambah panjang daftar adaptasi film layar lebar ke panggung Broadway yang dinanti. Nama Miranda di kursi penulis naskah dan lagu menjadi magnet tersendiri, terutama setelah Hamilton mengubah lanskap musikal modern.