AMBON — Wakil Dekan Bidang Akademik Faperta Unpatti, Dr. Jomima M. Tatipikalawan, S.Pt., M.P., menegaskan bahwa sektor pertanian saat ini tidak bisa hanya mengejar kuantitas panen. Menurutnya, nilai tambah melalui teknologi dan pengembangan pasar menjadi kunci agar komoditas lokal mampu bersaing.
“Pertanian tidak hanya berbicara tentang produksi. Saat ini kita harus berbicara tentang inovasi, teknologi, hilirisasi, pasar, dan yang paling penting adalah pangan,” tegasnya dalam sambutan pembukaan kuliah umum tersebut.
Kegiatan ini mengangkat tema “Pertanian Maluku Masa Depan: Inovasi, Hilirisasi, Kedaulatan Pangan, dan Transformasi Berbasis Data Menuju Indonesia Emas 2045”. Hadir sebagai narasumber, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Dr. Ir. Ilham Taud, S.P., M.Si., dan Kepala BPS Provinsi Maluku Maritje Pattiwaellapia, S.E., M.Si.
Data Jadi Kompetensi Wajib Mahasiswa Pertanian
Jomima menyoroti pentingnya penguasaan data di tengah transformasi digital. Ia menilai kemampuan membaca, mengolah, dan memanfaatkan data merupakan kompetensi krusial bagi mahasiswa untuk merumuskan kebijakan atau mencari solusi atas persoalan pertanian di daerah.
“Mahasiswa harus menjadi bagian yang aktif dalam melanjutkan perjuangan dan perkembangan pertanian di Provinsi Maluku,” ujarnya.
Ia menambahkan, mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teori di kelas. Pola pikir kritis, adaptif, inovatif, dan responsif terhadap dinamika sektor pertanian menjadi bekal utama sebelum terjun ke masyarakat.
Dua Perspektif: Kebijakan dan Fakta Statistik
Kehadiran dua narasumber memberikan sudut pandang berbeda namun saling melengkapi bagi peserta kuliah umum. Ilham Taud memaparkan arah pembangunan pertanian dari sisi kebijakan, sementara Maritje Pattiwaellapia menyajikan kondisi faktual pertanian Maluku berdasarkan data statistik terkini.
Melalui paparan tersebut, mahasiswa diajak melihat posisi strategis sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan. Sesi dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara mahasiswa dan kedua narasumber.
Target: Petani Muda Melek Teknologi dan Pasar
Faperta Unpatti berharap kegiatan ini mampu memperluas wawasan mahasiswa mengenai masa depan pertanian Maluku. Kampus mendorong mahasiswa tidak lagi memandang pertanian sekadar sektor produksi, melainkan sektor inovatif dan berdaya saing yang mampu menciptakan nilai tambah.
Perubahan paradigma ini dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi penerus di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pasar yang cepat. Dengan bekal inovasi dan data, lulusan Faperta diharapkan siap berkontribusi nyata dalam pembangunan pertanian menuju Indonesia Emas 2045.