Pemerintah Kota Ambon bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) menggelar rangkaian lomba olahraga dan permainan tradisional dalam rangka menyambut HUT ke-451 Kota Ambon. Kegiatan yang melibatkan anak PAUD hingga kelompok lanjut usia ini bertujuan mempererat persaudaraan antarwarga dan memperkuat rasa memiliki terhadap kota.
AMBON — Rangkaian perayaan HUT ke-451 Kota Ambon diisi dengan pembangkitan permainan tradisional yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Anak-anak PAUD, pelajar, aparatur sipil negara (ASN), hingga kelompok lanjut usia akan ambil bagian dalam lomba yang digelar di sejumlah titik di kota tersebut.
Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menyatakan kegiatan ini dirancang bukan sekadar perayaan seremonial. Ia menekankan bahwa momen ini menjadi sarana untuk memperkuat ikatan kebersamaan di tengah keberagaman warga.
Lomba Tradisional untuk Semua Usia
Sejumlah permainan dan olahraga tradisional akan dipertandingkan, antara lain bola sundul, jalan balok, lompat karung, dan lari bendera. Keempat cabang lomba ini dipilih karena mudah diikuti oleh semua kelompok umur.
"Melalui kegiatan ini kita ingin menunjukkan bahwa Kota Ambon adalah milik semua. Anak-anak, remaja, orang dewasa sampai lansia diberikan ruang untuk berpartisipasi," ujar Wattimena di Ambon, Rabu (26/8).
Olahraga dan Budaya sebagai Perekat Sosial
Wattimena menilai olahraga menjadi ruang untuk mempertemukan warga dari latar belakang berbeda. Sementara itu, permainan tradisional berperan sebagai penguat identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.
"Olahraga menyatukan kita, budaya memperkuat identitas, dan kebersamaan akan membuat Ambon semakin kuat dalam keberagaman," katanya.
Menurut dia, pengenalan permainan tradisional kepada generasi muda menjadi penting. Aktivitas ini bukan hanya sarana hiburan, melainkan juga bagian dari pewarisan identitas budaya masyarakat Ambon.
Menanamkan Nilai Sportivitas kepada Generasi Muda
Kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun karakter generasi muda agar memiliki kreativitas, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap budaya lokal. Wattimena mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai tujuan utama perlombaan.
"Yang belum juara hari ini bukan berarti gagal, tetapi bisa menjadi kemenangan yang tertunda. Karena itu, yang juara jangan merasa paling hebat dan yang belum juara jangan putus asa," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pertemuan, kegembiraan, dan persaudaraan menjadi nilai yang lebih penting dalam rangkaian peringatan HUT ke-451 Kota Ambon. Pihaknya berharap kegiatan ini mampu memperkuat kebersamaan masyarakat dan Pemerintah Kota Ambon dalam membangun kota ke depan.