Pencarian

Prevalensi Diabetes pada Pria di Atas 50 Tahun Naik Hingga 5,1%, Dokter Ingatkan Gejala yang Sering Diabaikan

Selasa, 18 Agustus 2026 • 09:31:31 WIB
Prevalensi Diabetes pada Pria di Atas 50 Tahun Naik Hingga 5,1%, Dokter Ingatkan Gejala yang Sering Diabaikan
Prevalensi diabetes pada pria di atas 50 tahun meningkat hingga 5,1 persen, menurut data yang dipaparkan dalam seminar Primaya Metabolic Endocrine 2026.

MALUKU — Seminar Primaya Metabolic Endocrine 2026 yang digelar pada Juli lalu mengangkat tema "Translating Evidence into Impact: Practical Endocrinology for Real-World Care" menyoroti fenomena ini. Acara tersebut menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam, dr. Marshell Tendean, Sp.PD-KEMD, FINASIM, yang berpraktek di UKRIDA Primaya Hospital, serta dr. Khomimah, Sp. PD-KEMD, FINASIM. Penurunan Testosteron Bukan Sekadar Efek Penuaan

dr. Marshell menegaskan pria perlu lebih peka terhadap perubahan tubuh yang mulai mengganggu aktivitas harian. Penurunan testosteron memang terjadi seiring bertambahnya usia, namun perubahan yang menetap dan disertai keluhan tidak selalu bisa dianggap sebagai bagian normal dari penuaan.

"Perubahan yang menetap dan disertai keluhan tidak selalu perlu dianggap sebagai bagian normal dari penuaan," ujar dr. Marshell dalam seminar tersebut.

Kondisi medis yang dimaksud adalah late-onset hypogonadism (LOH), yaitu kekurangan testosteron yang muncul di usia lanjut. Gangguan ini diperkirakan dialami sekitar 2,1% populasi pria secara umum, dengan prevalensi yang meningkat tajam seiring bertambahnya usia. Indikator yang Sering Diabaikan Pria

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi:

- Tubuh lebih mudah lelah meski aktivitas tidak berat - Perubahan fungsi seksual yang menetap - Berat badan meningkat tanpa perubahan pola makan signifikan - Kadar gula darah mulai berfluktuasi di luar batas normal

Gejala-gejala ini kerap disalahartikan sebagai konsekuensi gaya hidup atau proses penuaan biasa. Padahal, perubahan tersebut dapat menjadi sinyal awal gangguan pada sistem hormon maupun metabolisme tubuh. Faktor Risiko dan Kaitan dengan Sindrom Metabolik

Data EMAS menunjukkan penurunan testosteron dan free testosterone semakin nyata setelah usia 50 tahun. Namun yang lebih penting, prevalensi LOH meningkat pada pria dengan obesitas atau metabolic syndrome.

Artinya, pria dengan lingkar perut berlebih, tekanan darah tinggi, atau kadar gula yang cenderung naik memiliki risiko lebih besar mengalami kekurangan testosteron. Kondisi ini saling berkaitan dan bisa membentuk siklus yang memperburuk kesehatan metabolik secara keseluruhan. Pesan untuk Pria di Atas 40 Tahun

Para ahli menyarankan pria di atas usia 40 tahun untuk tidak menunggu gejala menjadi parah sebelum memeriksakan diri. Pemeriksaan kadar gula darah dan hormon secara rutin bisa mendeteksi kelainan sejak dini.

Deteksi dini memungkinkan intervensi sebelum gangguan berkembang menjadi diabetes tipe 2 atau komplikasi kardiovaskular. Penanganan yang tepat juga membantu mempertahankan kualitas hidup dan produktivitas di usia produktif.

Seminar Primaya Metabolic Endocrine 2026 sendiri dirancang untuk menjembatani temuan riset dengan praktik klinis sehari-hari. Tema yang diangkat menegaskan pentingnya pendekatan endokrinologi yang praktis dan aplikatif dalam perawatan pasien nyata.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarseluma.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks