MALUKU — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, memanfaatkan malam puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Watang Pulu untuk memaparkan sejumlah program strategis daerah. Berdiri di panggung seni Lapangan Sepak Bola Bojoe, Kelurahan Arawa, ia tidak hanya menyapa warga, tetapi juga mengumumkan paket kebijakan yang menyentuh langsung sektor pendidikan dan pertanian.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Nurkanaah, Ketua TP PKK Hj. Haslinda Hasan, Anggota DPRD Sudarmin Baba, serta jajaran forkopimcam setempat. Suasana semakin semarak dengan kehadiran para lurah dan kepala sekolah se-Watang Pulu.
Prioritas Renovasi Sekolah: Dari TK PGRI Arawa Hingga SDN 8 Arawa
Sektor pendidikan menjadi sorotan utama dalam sambutan bupati. Syaharuddin menegaskan bahwa tahun ini seluruh 15 Taman Kanak-Kanak (TK) di Watang Pulu akan masuk daftar perbaikan. Namun, tiga di antaranya mendapat prioritas eksekusi paling cepat, salah satunya TK PGRI Arawa yang menerima alokasi anggaran Rp 548 juta.
Perhatian khusus justru tertuju pada SD Negeri 8 Arawa yang berlokasi di Dusun Tiga Buae, Temmapolo. Sekolah dasar ini disebut-sebut belum pernah mendapatkan sentuhan perbaikan sama sekali sejak berdiri. "SD Negeri 8 Arawa akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 1,194 miliar," ujar Syaharuddin di hadapan warga.
Bupati beralasan, perbaikan sarana prasarana adalah fondasi utama untuk melahirkan generasi unggul. Ia menilai tidak mungkin menuntut prestasi akademik jika bangunan sekolah tidak layak. "Kita ingin anak-anak Sidrap ke depan berprestasi dan cerdas semua. Karena itu, sarana dan fasilitas sekolah harus kita perhatikan," tegasnya.
Antisipasi Kekeringan: Tambahan 400 Titik Bor untuk Lahan Pertanian
Di luar soal gedung sekolah, Syaharuddin juga menyentuh persoalan klasik petani saat musim kemarau: kelangkaan air. Untuk memastikan lahan pertanian tetap produktif, pemerintah kabupaten berencana memperbanyak sumur bor di wilayah Watang Pulu.
Data yang disampaikan bupati menunjukkan, sepanjang 2025 saja sudah ada lebih dari 400 titik bor yang dibangun. Jumlah tersebut akan kembali ditambah pada periode 2026-2027. "Insyaallah tahun 2026 dan 2027 ke depan, titik bor akan kita perbanyak di Kecamatan Watang Pulu. Tahun 2025 sudah lebih dari 400 titik, dan tahun 2026-2027 akan kita tambah lagi sekitar 400 titik," jelasnya.
Kebijakan ini diharapkan mampu menekan gagal panen yang kerap terjadi akibat kekeringan, sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan di Kabupaten Sidrap.
Gerakan Sidrap Bersih dan Penerangan Jalan Baru
Menjelang akhir sambutannya, bupati mengajak masyarakat bergerak bersama menyambut penilaian Piala Adipura. Ia meminta warga berhenti membuang sampah sembarangan dan mulai rutin membersihkan drainase di lingkungan masing-masing. "Pohon-pohon di depan rumah ditata dan drainase juga harus selalu diperhatikan serta dibersihkan," pesannya.
Sebagai bentuk dukungan infrastruktur, Syaharuddin menjanjikan penerangan jalan baru yang akan menyala mulai dari Batu Lappa hingga Mattirotasi, serta ruas Uluale sampai perbatasan Rappang. Langkah ini diambil untuk meningkatkan keamanan dan aktivitas ekonomi warga di malam hari.
Rangkaian janji program tersebut menutup rangkaian acara yang berlangsung meriah. Dengan kombinasi perbaikan sekolah, jaring pengaman air untuk pertanian, dan tata kota yang lebih bersih, pemerintah kabupaten berharap kesejahteraan warga Watang Pulu meningkat secara merata.