MALUKU — Microsoft secara bertahap menghentikan salah satu metode masuk tertua di Windows. Pembaruan keamanan yang mulai digulirkan Juli 2026 menghapus opsi untuk membuat picture password baru. Pengguna yang masih memakai fitur ini di perangkatnya tidak akan terpengaruh, selama tidak menghapus atau menonaktifkannya.
Kebijakan Baru Microsoft Soal Keamanan Masuk
Dalam dokumen dukungan resminya, Microsoft menjelaskan kebijakan terbaru ini. "Untuk membantu meningkatkan keamanan, picture password tidak lagi tersedia untuk pendaftaran baru. Pengguna yang telah mengonfigurasi picture password dapat terus menggunakannya untuk masuk ke Windows. Jika picture password dihapus, dinonaktifkan, atau tidak dikonfigurasi sebelumnya, fitur tersebut tidak dapat diatur lagi," tulis Microsoft.
Posisi picture password kini digantikan oleh metode yang dianggap lebih aman. Microsoft merekomendasikan pengguna beralih ke Windows Hello PIN, pengenalan wajah, atau pemindai sidik jari. Rekomendasi utama perusahaan tetap pada passkey untuk autentikasi, meskipun passkey belum bisa digunakan untuk login ke sistem Windows 11.
Mengapa Picture Password Dianggap Kurang Aman
Fitur picture password pertama kali diperkenalkan di era Windows 8 sebagai cara untuk menonjolkan sisi layar sentuh. Konsepnya sederhana: pengguna memilih gambar lalu membuat rangkaian gerakan di atasnya, seperti mengetuk mata karakter atau menggesek dari satu titik ke titik lain. Kombinasi gerakan yang bisa dipakai terdiri dari tiga jenis: lingkaran, garis lurus, dan ketukan.
Meski terlihat praktis, metode ini memiliki celah keamanan yang cukup serius. Sebuah penelitian pada 2013 yang disorot Neowin menemukan risiko signifikan pada picture password. Pengguna cenderung memilih objek kunci dalam gambar sebagai titik gerakan, sehingga pola yang dibuat mudah ditebak. Selain itu, bekas sidik jari atau noda di layar bisa menjadi petunjuk bagi orang lain untuk menebak titik sentuhan yang sering dipakai.
Dampak bagi Pengguna Windows 11
Bagi pengguna yang masih setia memakai picture password, langkah yang perlu diperhatikan adalah jangan menghapus atau mematikan fitur tersebut dari pengaturan akun. Sekali dinonaktifkan, tidak ada jalan kembali untuk mengaktifkannya. Microsoft menyarankan pengguna mulai membiasakan diri dengan Windows Hello PIN atau biometrik yang tersedia di perangkat masing-masing.
Perubahan ini sejalan dengan dorongan industri teknologi yang semakin meninggalkan kata sandi tradisional. Metode biometrik seperti sidik jari dan pengenalan wajah dinilai lebih sulit diretas dibandingkan pola gambar yang bisa diprediksi. Meski begitu, pengguna yang nyaman dengan picture password masih punya waktu untuk menikmati fitur ini selama tidak mengganti pengaturan masuknya.