JAILOLO — Kepercayaan sebagai Kampung Pancasila disambut antusias warga Desa Todowongi. Mereka menilai penghargaan ini adalah buah dari kehidupan sosial yang harmonis, di mana masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan budaya hidup berdampingan secara damai.
Mancelina Lobby mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas nama pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa status ini bukan sekadar gelar seremonial, melainkan amanah untuk terus mempraktikkan gotong royong dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Todowongi sebagai salah satu desa di Maluku Utara yang dipilih menjadi Kampung Pancasila dalam menyambut KASAD Award TA 2026 dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI,” kata Mancelina.
Modal Sosial yang Sudah Mengakar di Masyarakat
Penetapan ini tidak lepas dari penilaian TNI AD terhadap kondisi objektif desa. Todowongi dinilai memiliki ketahanan sosial yang kuat, tercermin dari kebiasaan warga yang saling bahu-membahu dalam berbagai kegiatan, termasuk pembangunan desa dan kegiatan keagamaan.
Kerukunan antarumat beragama di desa ini berjalan alami tanpa paksaan. Perbedaan keyakinan tidak pernah menjadi sekat dalam interaksi sosial, melainkan justru memperkaya khazanah budaya lokal yang ada.
Menjadi Contoh Desa Damai di Maluku Utara
Dengan status barunya, Desa Todowongi kini memiliki tanggung jawab ekstra untuk menunjukkan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila benar-benar hidup di tengah masyarakat. Keberhasilan desa ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Halmahera Barat dan Maluku Utara.
Pemerintah Desa Todowongi berkomitmen untuk menjadikan momen ini sebagai pemantik semangat baru. Ke depan, berbagai program yang memperkuat persatuan dan kepedulian sosial akan terus digalakkan agar predikat Kampung Pancasila ini benar-benar terjaga dan membawa manfaat nyata bagi warganya.