Pencarian

Kekeringan Ekstrem Landa 7 Kecamatan di Seram Bagian Timur, 24.089 Jiwa Terdampak Krisis Air Bersih

Jumat, 03 Juli 2026 • 19:47:02 WIB
Kekeringan Ekstrem Landa 7 Kecamatan di Seram Bagian Timur, 24.089 Jiwa Terdampak Krisis Air Bersih
BPBD Seram Bagian Timur distribusikan air bersih ke tujuh kecamatan terdampak kekeringan ekstrem.

SERAM BAGIAN TIMUR — Bencana kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Indonesia kini mencapai titik kritis di Maluku. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seram Bagian Timur melaporkan penurunan drastis debit air di tujuh kecamatan, menyebabkan sumber air utama warga—sumur dan sungai—mulai mengering total.

Tujuh kecamatan yang terdampak meliputi Kecamatan Bula, Bula Barat, Seram Timur, Pulau Gorom, Gorom Timur, Kesui Watubela, dan Teor. Kondisi ini telah berlangsung sejak Mei hingga Juli 2026, dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

24.089 Jiwa Mengandalkan Dropping Air dari BPBD

Data terbaru dari BPBD setempat mencatat jumlah warga yang kesulitan mendapatkan air bersih mencapai 24.089 jiwa. Tim reaksi cepat telah dikerahkan untuk melakukan kaji cepat di lapangan sekaligus mendistribusikan tangki air bersih ke titik-titik pengungsian dan permukiman padat penduduk.

"Kami terus mendistribusikan pasokan air bersih menggunakan tangki, namun tantangan terbesar adalah akses jalan di beberapa pulau kecil yang sulit dijangkau," ujar Kepala BPBD Seram Bagian Timur dalam laporannya.

El Niño Jadi Pemicu Utama, 11 Persen Wilayah Alami Hari Tanpa Hujan Panjang

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa fenomena El Niño yang terpantau di Samudra Pasifik menjadi pemicu utama berkurangnya curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah Indonesia. Hasil pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) menunjukkan 11 persen wilayah pengamatan mengalami kategori HTH panjang, dan 2 persen masuk kategori sangat panjang.

Di Pulau Jawa, kekeringan juga meluas. Kabupaten Gunungkidul di DI Yogyakarta telah menetapkan status siaga darurat bencana melalui Keputusan Bupati Nomor 154/KPTS/2026 yang berlaku sejak 1 Juni hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 67 KK di Kapanewon Rongkop, Kalurahan Semugih, telah menerima dropping air sebanyak 16 rit tangki.

Jawa Tengah dan Jawa Timur Ikut Terdampak

Di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dua desa—Plumutan dan Bantal di Kecamatan Bancak—melaporkan krisis air bersih yang berdampak pada 586 KK atau 1.224 jiwa. BPBD setempat telah mendistribusikan masing-masing satu tangki berkapasitas 5.000 liter ke Dusun Krajan dan Dusun Mungkruk.

Sementara itu di Kabupaten Jember, Jawa Timur, krisis air bersih terjadi di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari. Sumber air bor berjarak 600 meter belum bisa berfungsi akibat kendala jaringan pipa dan listrik, sementara sumur mandiri warga mulai surut dan airnya berubah keruh. Sebanyak 125 KK terdampak dan BPBD bersama PMI Jember telah menyalurkan 9.000 liter air bersih beserta jerigen dan tandon air.

BPBD Seram Bagian Timur hingga kini masih melakukan pendataan lanjutan dan mengimbau warga untuk menghemat penggunaan air bersih sembari menunggu pasokan bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat.

Bagikan
Sumber: harian.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks