MALUKU — Inggris sukses membalikkan keadaan setelah sempat terpuruk di posisi 23-3 pada powerplay. Sciver-Brunt yang baru pulih dari cedera betis, bersama Heather Knight (58), membangun kerja sama 133 run untuk wicket keempat—rekor tertinggi di partai knockout T20 World Cup wanita. Pasangan ini membawa Inggris ke total 169-5 setelah memilih batting pertama.
Sciver-Brunt dan Knight Selamatkan Inggris dari Kehancuran
Shabnim Ismail dan Marizanne Kapp, duo pembuka Afrika Selatan, sempat membuat Inggris limbung. Amy Jones (2) dan Danni Wyatt-Hodge (0) pulang cepat, disusul Alice Capsey (1) yang terkena leg before wicket. Namun Sciver-Brunt yang sempat diselamatkan DRS karena bola dinyatakan melewati kaki, mulai menggeber laju run setelah powerplay.
Sciver-Brunt mencapai half-century dari 35 bola dengan tiga boundary beruntun di atas Nadine de Klerk. Knight menyusul setengah abad dari 42 bola lewat six atas Ayabonga Khaka. Nonkululeko Mlaba akhirnya memisahkan keduanya di over ke-19, tetapi Inggris sudah berada di posisi aman.
Pertahanan Inggris Matikan Afrika Selatan
Afrika Selatan membuka positif lewat 43 run opening stand Laura Wolvaardt (17) dan Tazmin Brits. Namun Sophie Ecclestone dengan lompatan spektakuler di mid-on menangkap Wolvaardt dari lemparan Linsey Smith, mengubah momentum. Freya Kemp kemudian menyingkirkan Annerie Dercksen (3) dengan bantuan tangkapan Knight.
Charlie Dean menjadi mimpi buruk Afrika Selatan dengan 3-31, termasuk wicket Marizanne Kapp (5) yang tertangkap Sciver-Brunt di cover. Lauren Bell (2-28) ikut berkontribusi dengan tangkapan Ecclestone lainnya untuk menyingkirkan Suné Luus (11). Brits mencapai half-century 44 bola, tetapi langsung terjebak di bola berikutnya—maju ke Dean dan mengirim bola ke Sciver-Brunt. Inggris menutup Afrika Selatan di 129-8.
Final di Lord's: Inggris Hadapi Australia yang Tak Terkalahkan
Inggris akan menghadapi Australia, juara enam kali T20 World Cup, di final Minggu (5/7) di Lord's. Ini menjadi kesempatan Inggris merebut trofi pertama sejak edisi perdana 2009—juga di kandang sendiri. "Marizanne Kapp dan Shabnim Ismail adalah pembuka kelas dunia yang bisa merusak. Saya dan Heather Knight ingin menetralisir ancaman itu," kata Sciver-Brunt seusai pertandingan.
Kapten Afrika Selatan Laura Wolvaardt mengakui keunggulan lawan. "Kami kalah hari ini karena Inggris lebih baik. Perbedaan utama adalah mereka punya lebih banyak kerja sama. Kami tidak punya batter yang benar-benar on fire," ujarnya.