SEMARANG — Rencana pembangunan instalasi pengolahan air laut menjadi air minum untuk wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Maluku kini memasuki babak konkret. Perwakilan Pemprov Maluku, yakni Kepala Bagian Kerja Sama Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Maluku Dra. Derita Yati Joisangadji, M.A. dan Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Daerah Bappeda Provinsi Maluku Rufaidah, S.T., M.T., telah bertemu langsung dengan Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., di Semarang untuk mematangkan dokumen perjanjian.
Apa Isi Kerja Sama yang Disepakati?
Dalam pertemuan itu, pihak Undip telah menandatangani dokumen kerja sama. Dokumen tersebut kini menunggu tanda tangan dari Pemprov Maluku sesuai mekanisme yang berlaku sebelum resmi diimplementasikan. Teknologi yang menjadi basis kerja sama adalah sistem desalinasi tenaga surya yang dikembangkan oleh tim riset Undip.
Prof. Dr. I Nyoman Widiasa, S.T., M.T., Kepala Badan Pengelola Kampus Jepara (BPKJ) sekaligus inventor teknologi desalinasi tersebut, menjelaskan bahwa kesepahaman ini sudah melalui serangkaian diskusi panjang. “Setelah kunjungan Bapak Gubernur tahun lalu, kami beberapa kali berdiskusi hingga akhirnya mencapai kesepahaman untuk memulai kerja sama di bidang penyediaan air bersih melalui teknologi desalinasi,” ujarnya.
Mengapa Teknologi Ini Jadi Solusi untuk Maluku?
Provinsi Maluku, yang sebagian besar wilayahnya berupa lautan dan gugusan pulau-pulau kecil, kerap menghadapi krisis air bersih, terutama saat musim kemarau. Sumber air tawar di pulau-pulau kecil sangat terbatas dan bergantung pada air hujan. Teknologi desalinasi tenaga surya dinilai tepat karena tidak membutuhkan pasokan listrik besar dan bisa dioperasikan di lokasi terpencil.
Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemprov Maluku. “Mudah-mudahan kerja sama yang diawali melalui water treatment ini dapat berkembang ke banyak bidang lainnya,” katanya.
Bisakah Kerja Sama Ini Meluas ke Riset Kelautan?
Prof. I Nyoman Widiasa membuka peluang perluasan kolaborasi. Menurutnya, setelah kerja sama penyediaan air bersih berjalan, riset di bidang kelautan bisa menjadi agenda berikutnya. “Ke depan, kami berharap kolaborasi ini juga dapat berkembang ke bidang riset kelautan,” ujarnya.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh jajaran pimpinan Undip lainnya, termasuk Direktur Inovasi dan Kerja Sama drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D., Wakil Direktur Inovasi dan Kerja Sama Dr. I Made Bayu Dirgantara, S.E., M.M., serta Manager Tata Usaha BPKJ Anantha Budhy Prakosa, S.T., M.Si.
Pematangan dokumen kerja sama ini menjadi langkah awal implementasi teknologi desalinasi Undip di Maluku sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi inovatif bagi masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan.