Pencarian

IHSG Balik Arah ke Zona Merah di Sesi I, 357 Saham Tertekan ke 5.860

Senin, 29 Juni 2026 • 10:17:31 WIB
IHSG Balik Arah ke Zona Merah di Sesi I, 357 Saham Tertekan ke 5.860
IHSG tertekan ke zona merah di sesi I dengan 357 saham mengalami penurunan.

MALUKU — Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.942,77 pada awal sesi. Namun, tekanan jual membawa indeks ke kisaran terendah 5.855,99. Volume transaksi tercatat 3,20 miliar saham dengan nilai Rp 1,96 triliun dan frekuensi 310.800 kali.

Sektor Transportasi Paling Tertekan, Energi dan Keuangan Masih Hijau

Pelemahan terdalam terjadi di sektor transportasi yang turun 0,81 persen. Sektor barang konsumen nonprimer terkoreksi 0,30 persen, diikuti infrastruktur yang melemah 0,20 persen.

Sebaliknya, lima sektor sempat bertahan di zona hijau. Sektor energi mencatat penguatan terbesar 0,34 persen, disusul sektor keuangan 0,30 persen dan kesehatan 0,06 persen.

LQ45: ANTM dan MDKA Jadi Top Gainers, ESSA Merosot 5,45%

Di kelompok saham unggulan LQ45, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memimpin kenaikan dengan masing-masing naik 1,86 persen. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga menguat 1,42 persen.

Saham yang paling tertekan adalah PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang ambles 5,45 persen. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun 4,61 persen, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melemah 3,54 persen.

Bursa Asia Mixed: Hang Seng Menguat, Nikkei dan Shanghai Melemah

Pergerakan IHSG sejalan dengan bursa Asia yang beragam. Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,66 persen ke 22.821,16. Sementara Nikkei 225 Jepang turun 0,56 persen ke 68.972,40, dan Shanghai Composite China melemah 0,26 persen ke 4.016,77. Indeks Straits Times Singapura juga turun tipis 0,15 persen ke 5.184,15.

Apa Arti Pelemahan IHSG bagi Investor?

Dominasi saham turun (357 saham) dibandingkan saham naik (240 saham) menunjukkan sentimen negatif masih kuat di pasar. Investor cenderung wait and see di tengah volatilitas harga komoditas dan pergerakan bursa global. Tekanan jual di sektor transportasi dan barang konsumen menjadi sinyal perlambatan permintaan domestik.

Investasi mengandung risiko. Pergerakan IHSG masih bisa berbalik arah tergantung sentimen perdagangan sesi II dan data ekonomi global yang akan dirilis pekan ini.

Bagikan
Sumber: money.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks