MASOHI — Harga bawang merah di Pasar Binaya, Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, menembus Rp120.000 per kilogram dalam sepekan terakhir. Lonjakan ini terjadi akibat pasokan komoditas tersebut yang nyaris kosong selama beberapa hari terakhir.
Pedagang bumbu dapur di Pasar Binaya, Nur Sanaky, menuturkan harga bawang merah sebelumnya masih bertahan di kisaran Rp70.000 per kilogram. Namun dalam beberapa hari terakhir, harga terus merangkak naik hingga mencapai Rp100.000 sampai Rp120.000 per kilogram.
Pasokan Kosong Picu Kenaikan Harga
Menurut Nur, melonjaknya harga bawang merah bukan disebabkan permainan harga di tingkat pedagang, melainkan stok barang yang tidak tersedia. “Kenapa sampai mahal begini karena stok kosong. Sudah beberapa hari ini tidak ada bawang merah yang masuk, jadi barang yang ada dijual dengan harga yang mengikuti kondisi pasar,” ujar Nur kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).
Kondisi ini berdampak langsung pada pendapatan para pedagang. “Pembeli sekarang sangat berkurang. Pasar paling sepi karena harga bawang merah terlalu tinggi. Orang datang lihat harga lalu beli sedikit atau tidak jadi beli,” katanya.
Harga Komoditas Lain Relatif Stabil
Di tengah lonjakan harga bawang merah, harga komoditas bumbu dapur lainnya masih relatif stabil. Bawang putih dijual Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Sementara cabai keriting dipasarkan Rp55.000 per kilogram dan cabai rawit berkisar Rp55.000 hingga Rp60.000 per kilogram.
Meski harga komoditas lain tidak mengalami kenaikan signifikan, tingginya harga bawang merah tetap memengaruhi minat belanja masyarakat. Banyak pembeli memilih mengurangi jumlah pembelian atau menunda belanja karena harga yang dinilai terlalu mahal.
Harapan Pedagang: Pemerintah Turun Tangan
Nur berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan pasokan bawang merah agar harga kembali normal. “Kalau bisa pemerintah bantu menurunkan harga bawang merah dengan memastikan stok tersedia. Kalau harga normal, pembeli pasti kembali ramai dan pedagang juga bisa berjualan dengan baik,” harap Nur.
Para pedagang berharap distribusi bawang merah ke Kabupaten Maluku Tengah dapat kembali lancar dalam waktu dekat. Dengan demikian, harga di tingkat pasar dapat stabil dan daya beli masyarakat kembali meningkat.