Pencarian

Godfried Roemeratoe, Gelandang Berdarah Maluku, Siap Hadang Jerman di Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 • 17:28:31 WIB
Godfried Roemeratoe, Gelandang Berdarah Maluku, Siap Hadang Jerman di Piala Dunia 2026
Godfried Roemeratoe, gelandang Curacao berdarah Maluku, siap hadang Jerman di Piala Dunia 2026.

JAKARTA — Panggung Piala Dunia 2026 akan menyajikan duel yang sarat cerita diaspora. Tim debutan Curacao dijadwalkan menantang Jerman pada laga perdana fase grup, Senin (15/6) dini hari WIB. Di balik status Curacao sebagai tim kejutan yang lolos sebagai juara Grup B kualifikasi zona CONCACAF, perhatian pencinta sepak bola tanah air, khususnya dari Maluku, tertuju pada sosok Godfried Roemeratoe.

Marga Raja dari Seram Bagian Barat

Godfried Roemeratoe lahir di Oost-Souburg, Belanda, dari ayah warga Curacao dan ibu berdarah asli Maluku. Ia dengan bangga menyematkan marga Roemeratoe di punggung jerseynya. Marga tua yang berasal dari Seram Bagian Barat itu memiliki arti filosofis yang dalam: 'Roeme' berarti rumah adat atau tiang utama penopang, dan 'Ratoe' (Latu) berarti Raja atau Pemimpin.

Karakteristik nama itu seolah hidup dalam gaya bermainnya. Dengan postur kokoh 182 cm dan tingkat akurasi umpan di atas 83 persen, ia adalah gelandang modern yang lugas, berani duel fisik, namun tetap tenang mengontrol ritme permainan di bawah tekanan.

Perisai Pertama Menghadapi Raksasa Eropa

Pelatih Curacao, Dick Advocaat, sadar bahwa timnya tidak bisa sekadar bertahan pasif. Kunci meredam dominasi Jerman terletak pada kedisiplinan transisi defensif dan kemampuan memutus aliran bola sejak dari lini tengah. Di sinilah Godfried Roemeratoe memegang peran krusial sebagai gelandang bertahan murni (nomor 6).

Pemain klub Eredivisie RKC Waalwijk ini tidak datang dengan tangan kosong. Bermodal 25 caps internasional bersama Curacao, ia memiliki pengalaman berduel dengan penyerang-penyerang top Eropa. Roemeratoe pernah mengawal lini tengah Curacao saat menahan gempuran Lionel Messi dan skuad juara dunia Argentina dalam laga persahabatan.

Skema Serangan Balik Cepat The Blue Wave

Skema serangan balik cepat Curacao baru bisa berjalan jika Roemeratoe sukses mematikan pergerakan lini tengah Jerman. Begitu bola berhasil direbut, tugas berikutnya adalah mengalirkannya kepada Juninho Bacuna yang bertindak sebagai motor kreativitas. Bola kemudian diumpan ke sisi sayap yang mengandalkan kecepatan eks winger Manchester United, Tahith Chong.

Laga dini hari nanti menjadi momentum langka bagi masyarakat Maluku. Sebuah nama marga yang berasal dari pesisir Nusa Ina (Pulau Ibu) akan menggema di stadion Piala Dunia dan disebut oleh komentator internasional saat bertarung melawan kiblat sepak bola Eropa.

Bagikan
Sumber: beritasampit.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks