MALUKU — Roberto Mancini mencoret 11 pemain dan memanggil delapan nama baru dalam daftar 31 pemain Timnas Italia untuk dua laga UEFA Nations League November 2026. Perombakan besar ini menjadi penanda kedua kalinya Mancini menyusun skuad Gli Azzurri sejak kembali menukangi timnas pada Juli 2026.
Daftar terbaru tersebut dirilis menjelang pertemuan dengan Prancis di Stadion San Siro pada 12 November 2026, lalu bertandang ke markas Belgia tiga hari berselang. Italia kini menempati posisi kedua grup Nations League dengan koleksi tujuh poin dari empat pertandingan.
Dari 11 nama yang dicoret, tiga di antaranya diturunkan ke tim U-21 demi menambah menit bermain: kiper Massimo Pessina, bek Eddy Kouadio, dan penyerang Samuele Inacio. Sementara Giovanni Di Lorenzo, Giacomo Raspadori, dan Moise Kean tidak bisa dipanggil karena masih menjalani pemulihan cedera.
Perombakan ini melanjutkan penyesuaian yang sudah dimulai Mancini pada pemanggilan September, ketika ia memangkas jumlah pemain dari 34 menjadi 31 nama. Arahnya jelas: mencari komposisi paling pas untuk Gli Azzurri.
Di kubu sebaliknya, delapan pemain mendapat kesempatan baru. Marco Palestra kembali masuk skuad berkat performa impresifnya bersama Chelsea di Premier League. Niccolo Pisilli dan Samuele Ricci juga dipanggil lagi untuk memperkuat lini tengah.
Enam pemain lain belum memiliki caps di Timnas Italia senior. Mereka adalah Alphadjo Cisse (AC Milan), Mattia Liberali dan Riccardo Cassano (Como), Luca Koleosho, serta Simone Lontani (Parma).
Riccardo Cassano yang baru berusia 17 tahun dan Simone Lontani yang 18 tahun akan bergabung dengan skuad senior untuk sesi latihan. Setelah itu, keduanya kembali memperkuat tim U-18 dan U-19 masing-masing.
Langkah ini memberi pengalaman berharga di level senior tanpa memutus jalur pembinaan usia muda. Mancini sendiri pernah meninggalkan Italia pada Agustus 2023 untuk melatih Arab Saudi, dan menyebut keputusan itu sebagai kesalahan yang tidak akan terulang.
Dua laga November menentukan posisi Italia di grup. Menjamu Prancis di San Siro menjadi ujian pertama, sebelum lawatan ke Belgia menguji kedalaman skuad yang baru dirombak.
Dengan 11 pemain keluar dan delapan nama segar masuk, Mancini mempertaruhkan keseimbangan tim demi hasil di dua pertandingan krusial tersebut.