APINDO Maluku Dorong Blok Masela Jadi Magnet Investasi, Minta Pengusaha Lokal Tak Jadi Penonton

Penulis: Saiful  •  Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:31:31 WIB
Ketua APINDO Maluku Robert Tanamal menyampaikan pernyataan usai dilantik pada Jumat (23/10/2026) malam.

AMBON — Pengembangan proyek gas abadi Blok Masela dinilai menjadi momentum strategis bagi Maluku untuk menarik investasi, memperkuat dunia usaha, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Namun, besarnya nilai investasi itu harus diimbangi dengan kesiapan SDM dan kapasitas pengusaha daerah.

Ketua APINDO Maluku Robert Tanamal menyampaikan bahwa Blok Masela berpotensi kuat memicu pembangunan infrastruktur, meningkatkan penyerapan barang dan jasa, serta mendorong lahirnya industri pendukung di daerah. Pernyataan itu disampaikan Robert usai dilantik pada Jumat (23/10/2026) malam.

Investasi Besar Harus Beri Manfaat Nyata bagi Warga Maluku

Bagi APINDO Maluku, ukuran keberhasilan investasi tidak semata pada besarnya nilai yang masuk. Robert menekankan investasi yang berhasil adalah yang mampu menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat di Maluku.

"Bagi APINDO Maluku, investasi yang berhasil bukan hanya yang nilainya besar, melainkan yang mampu menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat di Maluku," ujar Robert.

Pandangan itu menjadi penanda bahwa organisasi pengusaha di daerah tidak ingin arus modal besar hanya dinikmati pemain luar. Ada tuntutan agar rantai pasok dan industri turunan Blok Masela melibatkan pelaku usaha lokal.

Kompetensi Tenaga Kerja Lokal Jadi Syarat Mutlak

Robert menegaskan masyarakat lokal tidak boleh sekadar menjadi penonton di tengah masuknya arus modal besar. Peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal menjadi syarat mutlak agar putra-putri daerah mampu bersaing memenuhi kebutuhan industri gas abadi tersebut.

"Kami tidak ingin kesempatan kerja terbuka lebar, tetapi tenaga kerja lokal belum memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar dunia industri," tegasnya.

Untuk menjawab tantangan itu, APINDO Maluku mendorong sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, serta lembaga pelatihan kerja. Kolaborasi itu dinilai perlu agar pelatihan yang disiapkan benar-benar sesuai kebutuhan industri.

APINDO Minta Iklim Usaha Sehat, Bukan Perlakuan Istimewa

Selain kesiapan SDM, APINDO menyoroti pentingnya hubungan industrial yang kondusif melalui dialog konstruktif antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah. Iklim usaha yang sehat dan adil diyakini dapat menjaga produktivitas serta iklim investasi jangka panjang.

"Kami tidak meminta perlakuan istimewa, melainkan kesempatan yang adil, kepastian hukum, dan iklim usaha yang sehat agar dunia usaha di Maluku makin berdaya saing," kata Robert.

Dengan posisi Maluku sebagai daerah penyangga proyek strategis nasional, kesiapan pengusaha dan pekerja lokal akan menentukan seberapa besar manfaat Blok Masela yang mengalir ke perekonomian daerah.

Reporter: Saiful
Sumber: timesmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top