MALUKU — Perairan lepas pantai Pulau Ko Lan, Thailand, berubah menjadi hijau terang akibat fenomena ledakan plankton yang dilaporkan Reuters dan CNN Indonesia. Perubahan warna laut ini berpotensi memicu zona hipoksia, kondisi ketika kadar oksigen di air turun drastis. Fenomena serupa kerap muncul di kawasan pesisir Asia Tenggara dan menjadi perhatian bagi industri pariwisata serta nelayan setempat.
Pulau Ko Lan yang berada di lepas pantai Thailand dikenal sebagai destinasi wisata pantai dengan air laut yang jernih. Kemunculan warna hijau terang di perairan sekitar pulau itu menandai lonjakan populasi plankton yang tidak biasa.
Apa Itu Ledakan Plankton
Ledakan plankton atau algal bloom terjadi ketika populasi mikroorganisme laut berkembang sangat cepat dalam waktu singkat. Pemicunya beragam, mulai dari pasokan nutrisi berlebih di perairan hingga perubahan suhu laut.
Saat populasi plankton menumpuk, air permukaan bisa berubah warna menjadi hijau, cokelat, atau kemerahan, tergantung jenis organisme yang berkembang.
Risiko Zona Hipoksia
Kondisi yang terpantau di perairan Ko Lan berpotensi memicu zona hipoksia. Zona ini terbentuk ketika kadar oksigen terlarut di air menurun hingga level yang tidak lagi mendukung kehidupan biota laut.
Penurunan oksigen biasanya terjadi setelah ledakan plankton mereda. Saat itu, bakteri pengurai memecah sisa organisme mati dan mengonsumsi oksigen dalam jumlah besar.
Dampaknya bisa dirasakan langsung oleh ikan, kerang, dan organisme dasar laut yang tidak mampu berpindah ke wilayah dengan oksigen lebih tinggi.
Dampak bagi Ekosistem dan Aktivitas Warga
Kawasan pesisir Thailand bagian timur bergantung pada sektor perikanan dan pariwisata. Ledakan plankton yang berulang bisa mengganggu kedua sektor tersebut.
Nelayan setempat berpotensi menghadapi penurunan hasil tangkapan jika ikan bermigrasi menjauhi area dengan kadar oksigen rendah. Sementara itu, wisatawan bisa membatalkan kunjungan ke pantai yang airnya berubah warna dan berbau.
Fenomena serupa pernah tercatat di beberapa negara Asia Tenggara. Pola kemunculannya sering dikaitkan dengan kombinasi cuaca panas, arus laut, dan limbah nutrisi dari daratan.
Pemantauan Perairan
Pemantauan kualitas air menjadi langkah penting untuk mendeteksi ledakan plankton lebih awal. Data kadar oksigen, suhu permukaan laut, dan konsentrasi klorofil biasanya dipakai untuk memprediksi kemunculannya.
Hasil pemantauan itu dapat menjadi dasar peringatan dini bagi nelayan dan pengelola kawasan wisata. Tanpa deteksi cepat, dampak ekonomi dari zona hipoksia bisa meluas ke rantai pasok hasil laut.
Perubahan warna laut di lepas pantai Ko Lan menjadi pengingat bahwa tekanan terhadap ekosistem pesisir terus berlangsung. Pemantauan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan aktivitas warga dan wisatawan tetap aman.