Pencarian

Pemkab Halmahera Barat Dampingi 84 Desa Kembangkan Usaha Berbasis Komoditas Lokal

Kamis, 01 Oktober 2026 • 07:28:01 WIB
Pemkab Halmahera Barat Dampingi 84 Desa Kembangkan Usaha Berbasis Komoditas Lokal
Kepala DPMD Halmahera Barat Fadli Husein menyatakan pendampingan menjadi kunci keberlanjutan usaha desa penerima Program Tekad.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat memperkuat pendampingan terhadap 84 desa penerima Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad) agar usaha berbasis potensi lokal terus berjalan setelah bantuan diberikan. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa setempat menilai pendampingan menjadi kunci keberlanjutan program, termasuk pemanfaatan anggaran ketahanan pangan desa.

HALMAHERA BARAT — Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Barat Fadli Husein menyatakan pendampingan diperlukan agar usaha yang dikembangkan lewat Program Tekad tidak berhenti setelah bantuan disalurkan. Pemerintah daerah juga mendorong desa penerima memanfaatkan anggaran ketahanan pangan untuk menopang usaha yang sudah berjalan.

"Keberlanjutan program perlu kita siapkan melalui pendampingan, termasuk bagaimana pemerintah desa dapat memanfaatkan anggaran ketahanan pangan untuk mendukung pengembangan usaha yang sudah berjalan," kata Fadli dalam keterangan di Ternate.

Desa Tematik Berdasarkan Komoditas Unggulan

Sebanyak 84 desa di Halmahera Barat tercatat sebagai penerima Program Tekad. Fadli menyebut setiap desa memiliki potensi berbeda, sehingga arah pengembangan usaha perlu disesuaikan dengan komoditas masing-masing wilayah.

Pemerintah daerah mengusulkan desa penerima Tekad diarahkan menjadi desa tematik berbasis komoditas unggulan. Dengan begitu, bantuan dan pendampingan dinilai bisa memberi dampak ekonomi yang lebih terarah.

"Setiap desa memiliki potensi yang berbeda, sehingga pengembangannya perlu disesuaikan dengan potensi lokal. Kami juga mendorong agar desa penerima Tekad dapat diarahkan menjadi desa tematik," ujarnya.

Briket Batok Kelapa di Desa Payo, Cabai Keriting di Desa Pateng

Dua desa menjadi contoh pengembangan usaha dalam program ini. Desa Payo mengembangkan rumah produksi briket berbahan batok kelapa, sementara Desa Pateng menggarap komoditas cabai keriting.

Desa Payo menerima bantuan Rp100 juta pada 2026 melalui program demplot untuk membangun rumah produksi briket. Fasilitas itu nantinya dilengkapi pelatihan teknis pengolahan briket dan ditargetkan menyerap sekitar 10 tenaga kerja.

Fasilitator Ekonomi Program Tekad Kabupaten Halmahera Barat Yohanis mengatakan pengolahan batok kelapa menjadi briket meningkatkan nilai tambah komoditas yang selama ini belum dimanfaatkan optimal. Produksi batok kelapa dari petani di Desa Payo diperkirakan mencapai sekitar 50 ton dalam tiga bulan.

"Kalau hasil kelapa batok dari petani bisa diolah di rumah produksi briket, maka nilai ekonominya akan meningkat. Karena itu kolaborasi antara BUMDes dan warga petani harus terbangun dengan baik," ujarnya.

Bantuan Lanjutan untuk Desa Pateng

Desa Pateng menerima bantuan demplot Rp100 juta pada 2025 untuk pengembangan cabai keriting di lahan seluas satu hektare. Pada 2026, desa itu kembali mendapat bantuan melalui RITD sebesar Rp300 juta untuk pembangunan rumah produksi sambal.

Selain itu, Desa Pateng menerima bantuan IF sebesar Rp250 juta untuk pengadaan alat dan mesin pertanian, pembangunan embung, serta tandon air.

Data Indeks Desa Jadi Dasar Penyusunan Program

Fadli menambahkan akses terhadap data Indeks Desa penting bagi pemerintah daerah dan pemerintah desa. Data itu dipakai untuk menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran dan mendukung keberlanjutan usaha hasil Program Tekad.

Tim Strategi Policy Unit Program Tekad bersama Direktorat PKEI Kemendes PDT melakukan monitoring literasi keuangan desa di Halmahera Barat. Kegiatan itu mencakup pengisian kuesioner reformulasi Indeks Desa dan survei strategi keluar atau exit strategy Program Tekad 2026.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks