Pencarian

Bupati Maluku Tenggara Dorong 8.862 Hektare Kawasan Rumput Laut Kei Jadi Sentra Hilirisasi di KKP

Rabu, 30 September 2026 • 09:31:31 WIB
Bupati Maluku Tenggara Dorong 8.862 Hektare Kawasan Rumput Laut Kei Jadi Sentra Hilirisasi di KKP
Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun bertemu Direktur Budidaya Rumput Laut KKP Nono Hartanto di Kantor KKP, Jakarta Pusat.

JAKARTA — Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun menemui Direktur Budidaya Rumput Laut Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP Nono Hartanto untuk membahas percepatan pembudidayaan rumput laut di wilayahnya. Pertemuan berlangsung siang hari di Kantor Kementerian KKP, Jakarta Pusat.

Produksi rumput laut Maluku Tenggara pada 2024 tercatat 46.788 ton. Angka itu digerakkan 2.398 pembudidaya rakyat yang tersebar di wilayah pesisir Kei Kecil dan Kei Besar.

Meski volume produksi besar, harga di tingkat petani bergerak fluktuatif antara Rp13.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Ketidakpastian itu membuat pendapatan pembudidaya belum stabil.

Laut Kei Dinilai Jadi Modal Utama Desa Pesisir

Thaher memaparkan tiga persoalan utama yang dihadapi pembudidaya rumput laut di Kepulauan Kei. Sarana budidaya dan bibit unggul masih terbatas, rantai pasok dan rantai dingin belum terbangun, serta akses pasar masih bergantung pada pengepul luar daerah.

"Potensi kami besar, pemanfaatannya masih rendah. Ini pesan yang saya sampaikan ke Wamendes kemarin, dan hari ini saya tegaskan lagi di KKP. Laut Kei adalah modal utama desa pesisir," ujar Thaher di hadapan Nono Hartanto.

Karena rantai dingin belum ada, petani menjual hasil panen dalam bentuk kering mentah. Tidak ada proses pengolahan yang menambah nilai di tingkat desa.

Empat Usulan Konkret Bupati Thaher ke KKP

Dalam audiensi tersebut, Bupati mengajukan empat usulan yang ia harap masuk dalam program KKP. Berikut rinciannya:

  • Penguatan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang tahun ini diproses di lima lokasi pesisir sebagai pusat pembinaan pembudidaya.
  • Bantuan sarana budidaya berupa tali, pelampung, jangkar dan perahu, disertai pendampingan bibit kultur jaringan.
  • Pembangunan rantai dingin dan gudang penyimpanan di desa-desa sentra rumput laut untuk menjaga kualitas pasca panen.
  • Hilirisasi rumput laut skala desa, dari penjualan bahan mentah menjadi karaginan, pupuk organik dan produk pangan melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Thaher menyebut KDMP di wilayahnya sudah terbentuk di 190 desa, dengan 25 gerai yang beroperasi. Koperasi itu ia dorong menjadi simpul pengolahan dan pemasaran rumput laut.

"KDMP kami sudah 100 persen terbentuk, 25 gerai sudah ada. KDMP inilah yang akan kami dorong menjadi simpul pengolahan dan pemasaran rumput laut. Jadi nilai tambah tinggal di desa," kata Thaher.

KKP Siapkan Kemitraan dengan Pembeli Hasil Panen

Nono Hartanto menilai Maluku Tenggara punya keunggulan komparatif dibanding daerah lain. Perairan di sana terlindung, arusnya cocok untuk Eucheuma cottonii dan Gracilaria, dan pembudidayanya sudah berpengalaman turun-temurun.

KKP menyatakan siap mendukung melalui program pengembangan kawasan budidaya, bantuan sarana prasarana, pelatihan pembudidaya, dan fasilitasi kemitraan dengan pembeli hasil panen atau off-taker.

"Maluku Tenggara potensial menjadi sentra rumput laut di Maluku bahkan kawasan timur. Kami akan sinkronkan dengan program nasional budidaya rumput laut berkelanjutan," ujar Nono.

Dua Pintu Dukungan untuk 190 Desa

Audiensi di Mina Bahari IV menjadi rangkaian kedua lawatan Bupati Thaher ke Jakarta. Sehari sebelumnya, 28 September 2026, ia bertemu Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria untuk membahas ekonomi 190 desa.

Dari Kemendes, Maluku Tenggara menggarap dukungan kelembagaan dan gerai KDMP. Dari KKP, yang dibidik adalah pembudidayaan dan hilirisasi rumput laut.

Thaher menyebut dua pintu dukungan itu jadi modal bagi desa pesisir Maluku Tenggara untuk berdaya dan mandiri. Kawasan budidaya seluas 8.862 hektare masih menyisakan ruang garap besar, dengan 1.380 hektare yang baru dimanfaatkan.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks