Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku mengoptimalkan jaringan irigasi tersier di Kabupaten Buru guna mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian warga. Pemantauan lapangan menunjukkan pembangunan jaringan irigasi bagi penerima manfaat Tahap I telah rampung dalam empat bulan dan melayani lahan seluas 15 hingga 50 hektare. Sementara pembangunan Tahap II masih berjalan dengan progres sekitar 30 persen.
AMBON — Kepala BBRMP Maluku Gunawan menyatakan pemantauan dan evaluasi dilakukan di sejumlah titik penerima bantuan irigasi tersier di Kabupaten Buru. Petugas BBRMP Maluku, Irfan Ohorella dan Anastasya Connie Bora, turun langsung memeriksa kondisi serta perkembangan pembangunan jaringan irigasi di lapangan.
Langkah itu diambil untuk memastikan pelaksanaan pembangunan sesuai rencana dan kebutuhan petani penerima manfaat.
Jaringan Irigasi Tahap I Rampung dalam Empat Bulan
Hasil pemantauan menunjukkan pembangunan jaringan irigasi bagi penerima manfaat Tahap I telah selesai dikerjakan. Proses pembangunan memakan waktu sekitar empat bulan sejak dimulai.
Jaringan irigasi tersebut melayani lahan pertanian dengan luasan berkisar 15 hingga 50 hektare per titik penerima bantuan.
"Hasil pemantauan menunjukkan pembangunan jaringan irigasi bagi penerima manfaat Tahap I telah rampung dalam waktu empat bulan. Jaringan tersebut melayani lahan dengan luasan sekitar 15 hingga 50 hektare," ujar Gunawan.
Mengapa Irigasi Tersier Jadi Kunci di Tengah Tantangan Air
Keberadaan jaringan irigasi dinilai dapat meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian di Kabupaten Buru. Pasokan air yang lebih terjamin membantu petani mengelola lahan secara lebih berkelanjutan.
BBRMP Maluku menempatkan dukungan infrastruktur pertanian sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas budidaya di daerah tersebut.
Pembangunan Tahap II Masih Berjalan, Progres 30 Persen
Pembangunan jaringan irigasi bagi penerima bantuan Tahap II belum selesai. Progres pekerjaan saat ini berada di kisaran 30 persen.
BBRMP Maluku terus melakukan pemantauan hingga pekerjaan tuntas agar manfaat bantuan bisa segera dirasakan petani.
Pemantauan juga diarahkan agar infrastruktur yang tersedia tidak hanya selesai secara fisik. Jaringan irigasi diharapkan berfungsi sesuai kebutuhan di lapangan dan mendukung produktivitas lahan pertanian masyarakat.