Pencarian

Ibu Bekerja di Kantor Lebih Konsisten Menyusui, Ini Hasil Studi Terbaru

Kamis, 27 Agustus 2026 • 09:30:01 WIB
Ibu Bekerja di Kantor Lebih Konsisten Menyusui, Ini Hasil Studi Terbaru
Studi menunjukkan ibu yang bekerja di kantor memiliki tingkat keberhasilan menyusui lebih tinggi dibanding ibu yang bekerja dari rumah.

MALUKU — Banyak yang mengira ibu yang bekerja dari rumah (WFH) punya peluang lebih besar untuk sukses menyusui karena bisa dekat dengan bayi. Namun, penelitian dari para ahli di Washington State University (WSU) justru menemukan hal sebaliknya.

Hasil studi yang dipublikasikan di Western Journal of Nursing Research ini menunjukkan ibu WFO mampu mempertahankan pemberian ASI selama 24 minggu atau enam bulan penuh. Angka keberhasilan mereka mencapai 70 persen, mengungguli ibu WFH yang berada di angka 60 persen.

Perbandingan Tingkat Keberhasilan Menyusui

Data dari penelitian ini mematahkan asumsi umum tentang menyusui. Berikut rincian tingkat keberhasilan berdasarkan kondisi pekerjaan ibu:

  • Ibu yang Bekerja di Kantor (WFO): Tingkat keberhasilan tertinggi, mencapai 70 persen.
  • Ibu yang Bekerja dari Rumah (WFH): Berada di posisi kedua dengan tingkat keberhasilan 60 persen.
  • Ibu Rumah Tangga: Memiliki persentase keberhasilan paling rendah, yaitu 37 persen.

Struktur Kerja yang Jelas Membantu Konsistensi

Natsuko Wood, asisten profesor di College of Nursing WSU, menjelaskan bahwa lingkungan kantor memberikan batasan jam kerja yang jelas. Rutinitas yang terstruktur ini membantu ibu menyusui memiliki jadwal memompa ASI yang lebih teratur dan fokus.

Setelah melewati masa adaptasi di awal, struktur ini justru menjadi kunci keberhasilan. Bunda yang WFO cenderung lebih disiplin karena ada jam kerja yang pasti, berbeda dengan saat bekerja dari rumah yang batasannya sering kabur.

Perubahan Emosi di Minggu ke-24

Pada awal masa menyusui, ibu yang memompa ASI di tempat kerja memang melaporkan perasaan canggung atau khawatir terhadap respons rekan kerja. Namun, penelitian menemukan hal menarik terjadi pada minggu ke-24.

Terjadi pembalikan emosional yang signifikan. Ibu WFO justru merasa jauh lebih positif dan mantap mempertahankan rutinitas menyusui mereka dibanding kelompok lainnya. Perasaan positif inilah yang membantu mereka bertahan hingga akhir periode enam bulan.

Kerentanan yang Tidak Terlihat pada Ibu Rumah Tangga

Secara fisik dekat dengan bayi ternyata tidak menjamin kelancaran menyusui. Ibu rumah tangga menghadapi tuntutan pengasuhan dan pekerjaan rumah yang tidak pernah berhenti, 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

Tanpa batasan waktu kerja yang jelas atau jam istirahat yang teratur, tingkat stres bisa meningkat. Kondisi ini akhirnya memengaruhi konsistensi pemberian ASI dan menjelaskan mengapa persentase keberhasilan mereka paling rendah.

Dukungan Tempat Kerja Menjadi Kunci Utama

Keberhasilan ibu WFO menyusui selama enam bulan tidak lepas dari dukungan regulasi di tempat kerja. Adanya jadwal yang pasti dan fasilitas yang memadai untuk memompa ASI terbukti menjadi faktor penting.

Dengan rutinitas harian yang teratur, ibu pekerja justru lebih mudah mencapai target ASI eksklusif. Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah semangat Bunda yang sedang berjuang memberikan ASI terbaik untuk Si Kecil, apa pun kondisi pekerjaannya.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haibunda.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks