Pencarian

Wali Kota Ambon Dorong 54 Negeri Hidupkan Kembali Ritual Adat Panas Pela demi Jaga Warisan Leluhur

Kamis, 27 Agustus 2026 • 09:29:31 WIB
Wali Kota Ambon Dorong 54 Negeri Hidupkan Kembali Ritual Adat Panas Pela demi Jaga Warisan Leluhur
Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena membuka Festival Marawai Budaya di Negeri Hatalai, Rabu (25/12/2024).

Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mendorong seluruh negeri, desa, dan kelurahan di wilayahnya untuk kembali menghidupkan tradisi adat dan budaya sebagai upaya menjaga warisan leluhur. Hal ini disampaikannya saat membuka Festival Marawai Budaya "Harmoni Nada Cinta Par Negeri" yang digagas masyarakat Negeri Hatalai, Rabu. Pemkot Ambon menilai pemajuan kebudayaan tidak cukup hanya lewat narasi, tetapi harus diwujudkan dalam atraksi seni dan budaya yang konkret.

AMBON — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, meminta seluruh negeri, desa, dan kelurahan untuk menggelar kembali ritual adat seperti Panas Pela dan Panas Gandong. Langkah ini dinilai penting untuk memperkenalkan nilai-nilai sejarah kepada generasi muda di tengah arus modernisasi.

"Penguatan tradisi dan budaya lokal perlu diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata, termasuk ritual adat, atraksi seni budaya, serta pembentukan sanggar seni dan budaya di masing-masing negeri," kata Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena saat membuka Festival Marawai di Negeri Hatalai, Rabu.

Festival Marawai Jadi Ruang Ekspresi Generasi Muda

Festival Marawai yang digagas masyarakat Negeri Hatalai ini diharapkan menjadi contoh bagi negeri lain di Ambon. Wali Kota mengapresiasi inisiatif warga yang secara mandiri menciptakan ruang untuk menampilkan kekayaan seni dan budaya lokal.

Menurut Bodewin, festival semacam ini mengingatkan seluruh pihak akan kewajiban bersama dalam melestarikan adat istiadat. Ia menegaskan komitmennya untuk membangun kebersamaan dari tingkat negeri demi memajukan Kota Ambon.

"Festival Marawai ini mengingatkan kita semua akan kewajiban bersama melestarikan nilai-nilai adat istiadat yang diwariskan para leluhur. Mari kita bangun kebersamaan dari negeri-negeri demi benah diri memajukan Kota Ambon yang kita cintai," ujarnya.

Sinergi Pemkot dan Pemprov Maluku Jadi Kunci Kemajuan Budaya

Bodewin juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota dalam pengembangan kebudayaan. Ia menilai dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi Maluku menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Kolaborasi ini dinilai strategis, terutama di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi daerah. Dengan dukungan provinsi, program pemajuan kebudayaan di tingkat kota diharapkan berjalan lebih optimal dan menjangkau seluruh negeri.

Pembentukan Sanggar Seni Menjadi Prioritas Pemkot Ambon

Selain menghidupkan ritual adat, Pemkot Ambon mendorong setiap negeri untuk membentuk sanggar seni dan budaya. Keberadaan sanggar dinilai penting sebagai wadah pembinaan bakat generasi muda di bidang seni tradisional.

Melalui sanggar, nilai-nilai budaya dapat dipelajari secara terstruktur dan berkelanjutan. Hal ini juga menjadi jawaban atas kekhawatiran terkikisnya budaya lokal akibat pengaruh budaya asing yang semakin masif di kalangan anak muda.

Pemkot Ambon memberikan apresiasi kepada panitia Festival Marawai dan seluruh masyarakat Negeri Hatalai yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Diharapkan, festival serupa dapat digelar rutin dan ditiru oleh negeri-negeri lain di Kota Ambon.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks