Pencarian

Dokter Spesialis Paru di Maluku Rutin Menyeberang Laut Demi Pasien TBC, CKG Jadi Andalan Deteksi Dini di Wilayah Kepulauan

Kamis, 27 Agustus 2026 • 09:29:02 WIB
Dokter Spesialis Paru di Maluku Rutin Menyeberang Laut Demi Pasien TBC, CKG Jadi Andalan Deteksi Dini di Wilayah Kepulauan
Dokter spesialis paru Reza Pahlevi Amahoru rutin menyeberangi perairan Ambon-Masohi setiap pekan untuk memastikan pengobatan pasien tuberkulosis di Maluku tidak terputus.

Dokter spesialis paru di Maluku, Reza Pahlevi Amahoru, rela menyeberangi perairan Ambon-Masohi setiap pekan demi memastikan pengobatan pasien tuberkulosis (TBC) tidak terputus di tengah tantangan geografis kepulauan. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pun menjadi pintu utama deteksi dini penyakit menular tersebut, dengan penemuan kasus di Kota Ambon yang mencapai 2.212 kasus pada 2025. Keterbatasan tenaga medis yang hanya berjumlah 14 orang untuk dua provinsi membuat mobilitas dokter menjadi kunci keberhasilan pengobatan.

AMBON — Di balik angka penemuan kasus TBC yang meningkat di Maluku, ada perjuangan tenaga medis yang tak banyak terlihat. Reza Pahlevi Amahoru, dokter spesialis paru, harus membagi waktunya antara Ambon dan Masohi setiap pekan hanya untuk menemui pasien yang tengah berjuang melawan infeksi bakteri di paru-parunya.

Ritme kerjanya sudah seperti pelaut profesional. Tiga hari di Masohi, tiga hari berikutnya di Ambon. "Sekarang petugas loket pelabuhan mungkin sudah hafal dengan wajah saya karena terlalu sering menyeberang Ambon-Masohi," ujar Reza sembari tersenyum.

Deteksi Dini Lewat CKG Jadi Kunci Penanganan

Reza menegaskan bahwa program Cek Kesehatan Gratis yang dijalankan pemerintah memiliki peran strategis dalam menemukan kasus TBC lebih awal. Pasien yang datang dengan gejala batuk berdahak darah dan demam berkepanjangan sering kali baru memeriksakan diri saat penyakit sudah parah.

"Program cek kesehatan gratis maupun program pemeriksaan kesehatan lainnya sangat membantu dalam mendeteksi penyakit, termasuk tuberkulosis," kata Reza.

Data Dinas Kesehatan Kota Ambon menunjukkan efektivitas program ini. Penemuan kasus TBC naik dari 1.935 kasus pada 2023 menjadi 2.212 kasus pada 2025. Kecamatan Sirimau menjadi wilayah dengan temuan terbanyak, dan kelompok usia produktif 20–59 tahun mendominasi angka tersebut.

Mengapa Pasien Sering Putus Obat di Tengah Jalan?

Menemukan kasus hanyalah langkah awal. Tantangan terbesar justru muncul setelah

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks