AMBON — Delapan anak buah kapal (ABK) KM Teluk Bara selamat setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam di Perairan Tanjung Alang, Maluku Tengah. Seluruh korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan kapal pesiar asing yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku Affandy Hassannusi menyatakan bantuan darurat telah disalurkan langsung kepada para korban. Bantuan itu mencakup biskuit, selimut, family kit, dan pakaian layak pakai untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan.
"Pemerintah Provinsi Maluku bergerak cepat memastikan para korban mendapatkan penanganan yang layak," ujar Affandy di Ambon.
Kapal Dihantam Gelombang Tinggi, ABK Bertahan dengan Papan Kayu
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon Muhamad Arafah menjelaskan kronologi tenggelamnya kapal bermuatan material bahan bangunan itu. KM Teluk Bara bertolak dari Ambon menuju Kabupaten Buru Selatan sebelum akhirnya dihantam gelombang tinggi di Perairan Tanjung Alang.
"Akibatnya papan kayu bagian bawah terlepas hingga kemasukan air dan karam," kata Muhamad Arafah. Sebelum kapal tenggelam, seluruh ABK berhasil melompat dan menyelamatkan diri dengan memanfaatkan papan kayu serta jeriken sebagai alat apung.
Mereka bertahan di laut selama beberapa jam sebelum akhirnya ditemukan oleh kapal pesiar (Yacht) Salty Dogz berbendera Selandia Baru. Kapal asing itu terlihat berputar di sekitar lokasi kejadian setelah mendapat informasi dari masyarakat Desa Alang.
Pemantauan Fisik dan Psikologis Korban Terus Dilakukan
Setelah dievakuasi ke daratan, para korban menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum menerima bantuan logistik. Dinas Sosial bersama Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (Tagana) Maluku terus berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk memastikan kondisi kesehatan dan psikologis para ABK tetap terpantau.
"Kami akan terus melakukan pemantauan lanjutan agar kebutuhan para korban, baik secara fisik maupun psikologis, dapat terpenuhi hingga masa tanggap darurat berakhir," ujar Affandy.
Affandy juga mengapresiasi sinergi semua pihak yang terlibat dalam operasi penyelamatan, mulai dari Basarnas Ambon, aparat keamanan, masyarakat pesisir Tanjung Alang, hingga relawan. "Sinergi yang baik ini menjadi kunci sehingga seluruh awak kapal dapat ditemukan dalam keadaan selamat," katanya.