AMBON — Sebanyak ratusan pelajar dari tiga sekolah di Maluku Tengah turun tangan membersihkan sampah di pesisir Negeri Saleman, Sabtu pekan lalu. Aksi itu melibatkan siswa SMK Negeri 7 Maluku Tengah, SMP Negeri 32 Maluku Tengah, dan SD Negeri 214 Maluku Tengah, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada 2026.
Sinergi TNI AL, Pemerintah, dan Dunia Pendidikan
Kadister Kodaeral IX Kolonel Laut (KH) Franky Jamris Akihary mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud nyata sinergi antara TNI AL, pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat. "Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara TNI AL, pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif untuk mencintai serta menjaga laut Indonesia," katanya di Ambon.
Selain prajurit Kodaeral IX, aksi bersih pantai juga diikuti Babinsa Negeri Saleman, Babinsa Negeri Karlutu, Babinpotmar Kodaeral IX, dan masyarakat setempat. Mereka bergotong royong menangani sampah di sepanjang pesisir, terutama sampah plastik yang dinilai paling mengancam ekosistem laut.
Edukasi Lingkungan untuk Generasi Muda
Menurut Franky, keterlibatan pelajar dalam kegiatan itu menjadi bagian dari edukasi lingkungan agar generasi muda memahami pentingnya menjaga kawasan pesisir. Sampah plastik disebut sebagai ancaman utama yang dapat merusak biota laut dan ekosistem pesisir.
"Dengan lingkungan pantai yang bersih dan terawat, diharapkan daya tarik wisata dapat terus terjaga sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat," ujarnya. Negeri Saleman sendiri merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Provinsi Maluku yang kerap dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Program Cinta Laut 2026: Dari Aksi ke Budaya
Melalui Program Aksi Cinta Laut 2026, Kodaeral IX mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kepedulian terhadap kebersihan laut dan kawasan pesisir sebagai budaya berkelanjutan. Franky menambahkan, kegiatan ini mencerminkan komitmen TNI Angkatan Laut dalam mendukung pelestarian sumber daya maritim melalui pemberdayaan wilayah pertahanan laut yang melibatkan masyarakat.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan pesisir semakin meningkat. "Negeri Saleman tetap menjadi destinasi wisata yang bersih, indah, dan lestari," pungkasnya.