Pencarian

Proyek LNG Blok Masela Serap 12.000 Tenaga Kerja Langsung, Putra Daerah Maluku Jadi Prioritas Rekrutmen

Jumat, 17 Juli 2026 • 13:12:22 WIB
Proyek LNG Blok Masela Serap 12.000 Tenaga Kerja Langsung, Putra Daerah Maluku Jadi Prioritas Rekrutmen
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan pidato dalam seremoni groundbreaking Proyek LNG Blok Masela di Kepulauan Tanimbar, Kamis (16/7).

KEPULAUAN TANIMBAR — Pemerintah memastikan proyek strategis nasional Blok Masela tidak hanya menjadi mesin investasi, tetapi juga membuka lapangan kerja massal bagi masyarakat sekitar. Dalam sambutannya saat groundbreaking proyek di Tanimbar, Kamis (16/7), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut total serapan tenaga kerja langsung mencapai 12.000 orang. Jika ditambah tenaga kerja tidak langsung yang muncul dari aktivitas proyek, angkanya bisa tiga kali lipat.

Bagaimana Nasib Tenaga Kerja Lokal saat Proyek Beroperasi?

Ketika proyek mulai beroperasi penuh, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan menyusut menjadi 800 hingga 1.000 orang. Meski demikian, Bahlil menekankan bahwa komitmen prioritas bagi warga lokal tidak boleh kendur. Ia mengungkapkan, anak-anak dari Tanimbar dan Maluku Barat Daya telah dipersiapkan sejak beberapa tahun lalu melalui pendidikan di Akademi Minyak dan Gas (Akamigas) Cepu milik Kementerian ESDM.

"Lulusan mereka yang sudah keluar tiga sampai empat tahun lalu akan kita serap semuanya untuk bekerja di proyek Blok Masela," ujar Bahlil.

Perusahaan Diminta Tak Langsung Rekrut Pekerja dari Jawa atau Luar Negeri

Bahlil memberikan instruksi tegas kepada operator proyek, yakni INPEX, Petronas, dan Pertamina. Ia meminta mereka mengutamakan tenaga kerja profesional dari wilayah setempat sebelum membuka lowongan untuk pekerja dari daerah lain atau luar negeri. "Kalau sudah habis, baru ambil dari Jawa atau luar negeri. Jangan sampai anak-anak daerah di sini menganggap investasi masuk tidak memprioritaskan mereka," imbuhnya.

Selain tenaga kerja, Menteri ESDM juga mendorong Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk melibatkan pengusaha lokal dalam berbagai pekerjaan yang muncul selama pembangunan proyek. Ia menegaskan proyek ini harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, bukan sekadar keuntungan bagi investor.

Peringatan Keras: Jangan Ada Praktik KKN dalam Rekrutmen

Di sisi lain, Bahlil mengingatkan pemerintah daerah untuk menjaga proses rekrutmen dan pelaksanaan proyek tetap profesional. Ia secara khusus meminta gubernur dan bupati setempat tidak bermain proyek. "Ingat ini bukan proyek APBD. Harus profesional. Jangan main KKN. Jangan karena tim sukses lalu didorong masuk, tidak boleh. Harus profesional," tandasnya.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks