Pencarian

Groundbreaking Blok Masela Akhirnya Dimulai Setelah 28 Tahun, Presiden Prabowo: Harus Selesai Sesingkat-singkatnya

Jumat, 17 Juli 2026 • 11:15:31 WIB
Groundbreaking Blok Masela Akhirnya Dimulai Setelah 28 Tahun, Presiden Prabowo: Harus Selesai Sesingkat-singkatnya
Presiden Prabowo Subianto memimpin seremoni groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela secara hibrida dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

JAKARTA — Proyek LNG Abadi Masela di Blok Masela, Maluku, akhirnya memasuki tahap konstruksi setelah hampir tiga dekade mandek. Presiden Prabowo Subianto melakukan peletakan batu pertama secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, yang terhubung langsung dengan lokasi proyek di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, dalam laporannya kepada Presiden menyebut proyek ini sudah melewati enam presiden sebelum akhirnya tereksekusi di era Prabowo. "Tepat tanggal 16 Juli 2026, kita menandai babak baru Proyek Abadi Masela yang sudah dicanangkan 28 tahun lalu," kata Bahlil.

Investasi Rp 381 Triliun untuk Produksi 9,5 Juta Ton LNG Per Tahun

Proyek ini membangun fasilitas hulu hingga hilir secara terintegrasi. Kapasitas produksi mencapai 9,5 juta ton LNG per tahun, setara dengan 120 MM SCFD dan 35 ribu barel kondensat per hari.

Dari total produksi tersebut, pemerintah menetapkan 60 persen minimal untuk kebutuhan dalam negeri dan 40 persen maksimal untuk ekspor. "Ini dalam rangka meningkatkan lifting kita," ujar Bahlil.

Perintah Tegas Presiden: Proyek Harus Rampung Tepat Waktu

Presiden Prabowo menekankan proyek yang sudah ditunggu tiga dasawarsa ini tidak boleh terhambat lagi. "Proyek ini hampir tiga dekade tiga dasawarsa kita tunggu, tiga dekade tiga dasawarsa rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan dan pembangunan tidak boleh terhambat, harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya," kata Presiden.

Bahlil menambahkan bahwa berbagai perdebatan yang membuat proyek terkatung-katung selama puluhan tahun akhirnya bisa diatasi di bawah kepemimpinan Prabowo. "Atas bimbingan, arahan, dan perintah Bapak Presiden kepada kami sebagai pembantu Presiden untuk segera mengeksekusi," jelasnya.

Alokasi Gas untuk Domestik Jadi Prioritas Utama

Kebijakan alokasi 60 persen untuk domestik menjadi poin kunci dalam proyek ini. Pemerintah ingin memastikan pasokan gas bumi tidak hanya mengalir ke pasar ekspor, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong industrialisasi di dalam negeri.

Blok Masela sendiri merupakan salah satu ladang gas raksasa Indonesia yang ditemukan sejak akhir 1990-an. Proyek ini sempat tertunda akibat perdebatan skema pengembangan — antara membangun kilang darat atau laut — serta perubahan regulasi dan kebijakan fiskal.

Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks