Pencarian

IHSG Bergerak Sideways di Tengah Inflasi AS Melambat dan Ekspor China Melesat, Analis Sebut Rentang 5.950-6.125

Rabu, 15 Juli 2026 • 20:25:31 WIB
IHSG Bergerak Sideways di Tengah Inflasi AS Melambat dan Ekspor China Melesat, Analis Sebut Rentang 5.950-6.125
IHSG ditutup di level 6.068 pada perdagangan Rabu (15/7/2026), bergerak sideways di tengah sentimen inflasi AS yang melambat dan ekspor China yang melesat.
6.068. ISI:

JAKARTA — Inflasi Amerika Serikat yang melambat menjadi angin segar bagi pelaku pasar. Data terbaru menunjukkan inflasi AS tercatat 3,5 persen year on year (yoy) pada Juni 2026, turun dari 4,2 persen pada bulan sebelumnya. Inflasi inti juga ikut melambat ke 2,6 persen (yoy) dari 2,9 persen pada Mei 2026.

“Data inflasi yang melambat menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed akhir bulan ini,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim, Rabu. Ia menambahkan, Ketua The Fed Kevin Warsh dalam kesaksian di hadapan Kongres menyebut bahwa peningkatan inflasi lima tahun terakhir akan menjadi masa lalu.

Ekspor China Tumbuh 27 Persen, Surplus Neraca Dagang Membengkak

Dari Asia, data perdagangan China memberikan sinyal positif. Ekspor Negeri Tirai Bambu meningkat 27 persen (yoy) pada Juni 2026, naik dari 19,4 persen pada Mei 2026. Impor juga tumbuh signifikan 36 persen (yoy), mendorong surplus neraca perdagangan China menjadi 125,62 miliar dolar AS.

Investor masih menanti data pertumbuhan PDB China kuartal II-2026 yang diperkirakan melambat menjadi 4,5 persen (yoy). Angka ini lebih rendah dari kuartal I-2026 yang sebesar 5 persen (yoy). Perlambatan ini menjadi catatan yang perlu dicermati pasar.

BEI Terapkan Aturan Baru: 37 Saham Masuk Daftar Pengawasan HSC

Dari dalam negeri, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan kriteria baru dalam penyaringan saham, yaitu Price-Impact Ratio. Rasio ini membandingkan perubahan harga saham dengan tingkat velocity perdagangan atau rata-rata volume transaksi dibanding jumlah saham beredar di publik.

Saham dengan volume transaksi rendah namun mengalami kenaikan harga besar akan menghasilkan Price-Impact Ratio tinggi. Kondisi ini berpotensi membuat saham tersebut masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan tinggi. BEI menambahkan 37 saham ke dalam daftar HSC, sehingga total menjadi 51 saham.

Bursa Global Kompak Menguat, Wall Street dan Eropa Hijau

Sentimen positif juga datang dari bursa global. Pada perdagangan Selasa (14/7/2026), bursa Eropa kompak menguat. Euro Stoxx 50 naik 0,12 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,30 persen, dan DAX Jerman naik 0,13 persen. Di Amerika Serikat, indeks S&P 500 menguat 0,38 persen ke 7.543,59, sementara Nasdaq Composite melesat 1,10 persen ke 29.586,29.

Bursa Asia pagi ini juga mencatatkan penguatan. Indeks Nikkei menguat 1,04 persen ke 68.450,00, Hang Seng naik 1,34 persen ke 24.666,00, dan Strait Times menguat 0,87 persen ke 5.543,29. Hanya indeks Shanghai yang melemah tipis 0,19 persen ke 3.959,95.

Dengan kombinasi sentimen ini, pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan IHSG dalam rentang konsolidasi yang disebutkan analis. Keputusan The Fed terkait suku bunga akhir bulan ini dan data PDB China menjadi dua katalis utama yang akan menentukan arah selanjutnya.

Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks