KEPULAUAN ARU — Sebuah speedboat yang mengangkut 14 penumpang dilaporkan mati mesin di tengah laut, tepatnya di perairan Desa Gomar, Kabupaten Kepulauan Aru. Tim SAR gabungan yang diterjunkan ke lokasi berhasil mengevakuasi seluruh korban tanpa ada yang mengalami luka serius.
Peristiwa terjadi pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 14.50 WIT. Speedboat tersebut diduga mengalami gangguan teknis pada mesin saat tengah berlayar, sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan dan terombang-ambing di laut.
Belum ada informasi resmi mengenai asal dan tujuan perjalanan speedboat tersebut. Namun, kondisi perairan di Kepulauan Aru yang merupakan daerah kepulauan kerap menjadi tantangan tersendiri bagi transportasi laut, terutama saat cuaca buruk atau terjadi kerusakan mesin mendadak.
Proses Evakuasi Berlangsung Cepat
Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, dan unsur masyarakat setempat. Dengan sigap, mereka menjangkau lokasi speedboat yang terombang-ambing dan memindahkan seluruh penumpang ke kapal evakuasi.
“Seluruh penumpang dalam kondisi selamat dan sudah dievakuasi ke daratan,” demikian laporan dari tim SAR, seperti dikutip dari SinPo.id. Tidak disebutkan secara rinci identitas maupun kondisi kesehatan para penumpang setelah kejadian.
Kewaspadaan Transportasi Laut di Daerah Kepulauan
Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapan teknis kapal dan peralatan keselamatan bagi moda transportasi laut di Maluku. Wilayah Kepulauan Aru yang terdiri dari gugusan pulau kecil sangat bergantung pada transportasi laut untuk mobilitas warga.
Pihak terkait diimbau untuk meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan rutin terhadap kelayakan kapal, terutama saat musim angin barat atau cuaca ekstrem yang kerap melanda perairan timur Indonesia. Evakuasi cepat pada Selasa lalu menunjukkan respons sigmat aparat dan masyarakat, namun langkah pencegahan tetap menjadi prioritas utama.