Pencarian

Sopir Truk di Maluku Tenggara dan Tual Antre Semalaman di SPBU Langgur Demi Solar Subsidi Rp200 Ribu

Selasa, 14 Juli 2026 • 12:00:01 WIB
Sopir Truk di Maluku Tenggara dan Tual Antre Semalaman di SPBU Langgur Demi Solar Subsidi Rp200 Ribu
Antrean truk dari Maluku Tenggara dan Tual mengular di dua sisi jalan utama depan SPBU Langgur, Senin (13/7/2026).

LANGGUR — Ratusan sopir truk dari Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual kembali menjalani ritual mengantre solar bersubsidi di SPBU Langgur, Senin (13/7/2026). Antrean kendaraan terpantau membentang hingga dua sisi jalan utama, membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut tersendat.

Di satu sisi, barisan truk mengular dari depan SPBU hingga kawasan Alfamidi Taverseran. Di sisi lainnya, antrean mencapai area ATM BNI Pasar Langgur. Sejumlah truk bahkan terpaksa menggunakan bahu jalan untuk mengantre.

Mengapa Sopir Harus Menginap Demi Jatah Solar Rp200 Ribu?

Roni, sopir truk asal Kota Tual, mengaku sudah terbiasa menghabiskan malam di sekitar SPBU demi mendapatkan jatah pengisian. Kebiasaan ini terpaksa dilakukan karena pasokan solar subsidi di Kota Tual dinilai jauh lebih terbatas dibandingkan di Kabupaten Maluku Tenggara.

"Biasanya kami tidur di sini untuk mendapatkan jatah pengisian solar Rp200 ribu," ujar Roni kepada Porostimur.com, Senin (13/7/2026).

Ia menjelaskan, antrean di SPBU Langgur didominasi oleh kendaraan dari Kota Tual. Para sopir rela menempuh perjalanan lebih jauh demi memastikan tangki kendaraan mereka terisi bahan bakar untuk operasional sehari-hari.

Antrean Mengular, Lalu Lintas Tersendat

Panjangnya antrean truk di dua sisi jalan membuat arus lalu lintas di kawasan SPBU Langgur sempat macet. Kendaraan roda dua dan mobil pribadi kesulitan melintas karena badan jalan menyempit akibat truk yang parkir di bahu jalan.

Kondisi ini bukan kali pertama terjadi. Keterbatasan pasokan solar bersubsidi di wilayah Maluku Tenggara dan Tual sudah menjadi persoalan klasik yang dikeluhkan para sopir truk setiap tahunnya.

Pasokan Terbatas, Operasional Terhambat

Keterbatasan solar subsidi berdampak langsung pada kelancaran distribusi logistik di wilayah tersebut. Para sopir truk yang mengangkut sembako, material bangunan, dan kebutuhan pokok lainnya terpaksa menunda perjalanan karena harus mengantre berjam-jam bahkan semalaman.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak Pertamina atau pemerintah daerah setempat mengenai langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan solar bersubsidi di Maluku Tenggara dan Kota Tual. Para sopir berharap ada solusi jangka panjang agar mereka tidak terus-menerus mengantre demi jatah bahan bakar yang terbatas.

Bagikan
Sumber: porostimur.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks