AMBON — Hendrik Lewerissa tidak ingin kepengurusan baru PERWOSI Maluku berhenti pada seremoni belaka. Dalam sambutannya, ia mendorong organisasi ini segera memperkuat konsolidasi untuk melahirkan atlet-atlet perempuan tangguh yang mampu bersaing di level nasional.
“Keberhasilan organisasi hanya dapat dicapai melalui kolaborasi antara PERWOSI, pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, dunia usaha, dan media massa,” ujar Gubernur.
Gischa Imanuela Saimima: Bukti Nyata Potensi Atlet Perempuan Maluku
Gubernur menyoroti prestasi Gischa Imanuela Saimima, atlet muda yang berulang kali mempersembahkan medali emas bagi Maluku pada nomor lari 100 meter dan 200 meter. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa potensi atlet perempuan di provinsi ini sangat besar dan harus terus digali.
“Saya optimistis, dengan konsolidasi organisasi yang baik, PERWOSI Maluku mampu melahirkan perempuan-perempuan tangguh dan berprestasi yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan olahraga serta kesejahteraan masyarakat Maluku,” tegas Hendrik Lewerissa.
Olahraga Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Gaya Hidup
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menekankan olahraga sebagai instrumen strategis pemberdayaan perempuan. Ia menyebut perempuan yang sehat secara jasmani dan rohani akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Kesehatan, kata dia, tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga mental dan psikologis.
Oleh karena itu, PERWOSI diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengampanyekan gaya hidup sehat. Di sisi lain, masyarakat didorong menjadikan olahraga sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban yang dipaksakan.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Ekosistem Olahraga
Pelantikan ini dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua TP-PKK Provinsi Maluku sekaligus Ketua PERWOSI Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa, serta Ketua Umum KONI Maluku, Sam Latuconsina. Kehadiran mereka menandakan dukungan penuh dari berbagai elemen terhadap program PERWOSI ke depan.
Gubernur menambahkan, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan media massa menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem olahraga yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan di Maluku. Tanpa kolaborasi itu, target mencetak atlet berprestasi akan sulit tercapai.