Pencarian

BI Maluku Catat Inflasi 3,13 Persen Berkat Melimpahnya Stok Ikan

Rabu, 06 Mei 2026 • 13:40:14 WIB
BI Maluku Catat Inflasi 3,13 Persen Berkat Melimpahnya Stok Ikan
Stok ikan melimpah di Maluku tekan harga dan dorong deflasi 0,17 persen pada April 2026.

AMBON — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku melaporkan kondisi inflasi di wilayah tersebut masih berada dalam rentang sasaran nasional sebesar 2,5±1 persen. Secara tahunan, angka inflasi Maluku menyentuh 3,13 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 3,40 persen.

Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Dhita Aditya Nugraha, menjelaskan bahwa terkendalinya harga di pasar dipengaruhi oleh deflasi sebesar 0,17 persen (mtm) yang terjadi sepanjang April 2026. Penurunan indeks harga ini terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Melimpahnya Stok Ikan Tekan Harga di Pasar Tradisional

Faktor utama pemicu deflasi di Maluku kali ini datang dari sektor perikanan. Cuaca yang relatif kondusif di perairan Maluku berdampak positif pada produktivitas nelayan, sehingga pasokan ke pasar melimpah dan harga terkoreksi turun.

"Penurunan harga terutama terjadi pada komoditas perikanan seperti ikan selar, ikan layang, dan ikan cakalang," ujar Dhita Aditya Nugraha dalam keterangan resminya di Ambon, Selasa (5/5).

Selain faktor pangan, penurunan harga emas di pasar internasional turut memberikan andil deflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,05 persen (mtm). Kombinasi antara stabilitas pangan lokal dan tren komoditas global ini menjadi penyeimbang inflasi daerah.

Deflasi Tajam 1,96 Persen di Kabupaten Maluku Tengah

Secara spasial, performa ekonomi antarwilayah di Maluku menunjukkan dinamika yang beragam. Kabupaten Maluku Tengah menjadi motor utama deflasi dengan catatan penurunan harga sebesar 1,96 persen (mtm).

Namun, tren penurunan harga tersebut tertahan oleh kenaikan biaya di sektor transportasi, khususnya di dua kota utama. Kota Ambon mencatatkan kenaikan kelompok transportasi sebesar 0,92 persen (mtm), sementara Kota Tual menyusul dengan kenaikan 0,64 persen (mtm).

Kenaikan biaya transportasi ini dipicu oleh penyesuaian tarif angkutan udara. Kebijakan tersebut merupakan dampak langsung dari kenaikan harga avtur yang mulai diberlakukan sejak 1 April 2026.

Bagaimana Strategi TPID Menjaga Stabilitas Harga Ke Depan?

Meski inflasi tahunan Maluku saat ini masih di atas rata-rata nasional yang sebesar 2,42 persen (yoy), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat langkah mitigasi. Fokus utama saat ini adalah menjaga agar gejolak harga pangan tetap rendah melalui intervensi langsung.

  • Optimalisasi program Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai titik strategis.
  • Peningkatan serapan beras dari petani lokal untuk memperkuat cadangan pangan.
  • Pemantauan rutin terhadap stok dan harga kebutuhan pokok di gudang distributor.

"Ke depan, pengendalian inflasi akan terus diperkuat melalui sinergi bersama TPID agar stabilitas harga tetap terjaga," kata Dhita menutup keterangannya.

Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks