Patra Logistik Perluas Distribusi BBM-LPG ke Kalimantan dan Avtur ke Jatimbalinus

Penulis: Yasir  •  Sabtu, 07 November 2026 | 15:03:01 WIB
Armada mobil tangki Patra Logistik beroperasi mendukung distribusi BBM di wilayah operasional baru.

MALUKU — PT Patra Logistik memperluas pengelolaan distribusi BBM dan LPG ke Kalimantan serta avtur di Jawa Timur, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. Perluasan ini menambah 5 terminal BBM, 3 terminal LPG, dan dukungan hingga 100 unit mobil tangki di wilayah operasional baru.

Perluasan mandat dari Pertamina Patra Niaga itu menandai babak baru bagi anak usaha yang sebelumnya fokus di Pulau Jawa. Patra Logistik kini dipercaya mengelola rantai distribusi energi di tiga wilayah sekaligus, dari bahan bakar minyak, gas elpiji, hingga avtur untuk sektor penerbangan.

Direktur Utama Patra Logistik Yock Yorlando menyebut kepercayaan Pertamina Patra Niaga sebagai peluang untuk memperluas kontribusi perusahaan dalam rantai pasok energi nasional.

"Kepercayaan yang diberikan oleh Pertamina Patra Niaga menjadi kesempatan bagi kami untuk terus bertumbuh dan memperluas kontribusi dalam rantai pasok energi nasional. Perluasan pengelolaan BBM dan LPG, serta pengembangan layanan aviasi, menjadi langkah penting bagi perusahaan untuk meningkatkan kemampuan dan memperluas cakupan bisnis," ujarnya.

Rincian Cakupan Baru di Kalimantan

Pada layanan BBM, Patra Logistik yang sebelumnya mengelola distribusi di Pulau Jawa kini mendapat mandat hingga Kalimantan. Perluasan ini mencakup 5 Terminal BBM dengan dukungan operasional sampai 100 unit mobil tangki.

Layanan LPG juga ikut melebar. Setelah mengelola wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur, Patra Logistik kini menangani 3 lokasi Terminal LPG di Kalimantan.

Sementara di segmen aviasi, perusahaan memperluas pengelolaan distribusi Avtur di Jawa Timur, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. Patra Logistik saat ini telah mengelola 11 KSO Aviation Fuel Terminal milik Pertamina Patra Niaga.

Bagaimana Pengawasan Armada Dijaga

Untuk mendukung operasional di wilayah baru, Patra Logistik mengandalkan Road Traffic Control (RTC), pusat kendali yang memantau pergerakan armada mobil tangki secara real time selama 24 jam. Pemantauan ini menjaga efektivitas operasional sekaligus meningkatkan aspek keselamatan distribusi.

Direktur Pemasaran dan Operasi Patra Logistik Joko Priyambodo menegaskan kesiapan sumber daya manusia dan sarana operasional menjadi kunci menjalankan perluasan layanan.

"Kami terus memastikan kesiapan personel dan sarana operasional agar setiap layanan dapat berjalan dengan baik. Aspek keselamatan dan keamanan yang kami pantau melalui RTC serta keandalan operasional tetap menjadi prioritas dalam seluruh kegiatan," ujarnya.

Siapa yang Merasakan Dampaknya

Bagi masyarakat Kalimantan, perluasan ini berdampak langsung pada kelancaran pasokan BBM dan LPG di wilayah yang selama ini bergantung pada jalur distribusi antarpulau. Terminal BBM dan LPG yang dikelola Patra Logistik menjadi simpul utama sebelum bahan bakar mencapai SPBU dan agen elpiji.

Di sektor penerbangan, pengelolaan Avtur di Jawa Timur, Nusa Tenggara, dan Sulawesi menyentuh langsung kebutuhan bahan bakar bandara di kawasan timur Indonesia. Ketersediaan avtur yang andal menjadi syarat bagi maskapai yang melayani rute antarpulau.

Patra Logistik menyatakan komitmen menjaga kualitas layanan dengan mengutamakan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di seluruh kegiatan operasional.

Langkah ekspansi ini menempatkan Patra Logistik sebagai mitra logistik energi yang cakupannya kian luas, dari Jawa hingga Kalimantan dan kawasan timur Indonesia. Bagi Pertamina Patra Niaga, penunjukan anak usaha sendiri menjadi cara menjaga kendali atas rantai distribusi di wilayah yang pertumbuhan konsumsi energinya terus naik.

Reporter: Yasir
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top