AMBON — Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.4 Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Maluku menandatangani kontrak pekerjaan Preservasi Jalan Oirata bersama CV. Sinar Karya. Penandatanganan disaksikan Plt Kepala BPJN Maluku Muh. Ulwan Talaohu dan dihadiri sejumlah pejabat satker, termasuk Kepala Satker PJN Wilayah III David M. Samosir serta Kepala Seksi Preservasi Judith Wattimury.
Paket ini masuk skema Instruksi Presiden Jalan Daerah Tahun Anggaran 2026 dan menyasar ruas jalan di Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya. Kontrak diteken di Aula Kantor BPJN Maluku, Rabu (4/11/2026).
Ulwan menyebut penandatanganan kontrak sebagai langkah awal sekaligus momentum mendorong percepatan proses kontraktual paket IJD lain di lingkungan BPJN Maluku. Percepatan dinilai mendesak karena waktu pelaksanaan pekerjaan yang tersisa relatif terbatas.
"Penandatanganan kontrak ini merupakan langkah awal sekaligus momentum untuk mendorong percepatan proses kontraktual paket-paket IJD lainnya di lingkungan BPJN Maluku," kata Ulwan dalam arahannya.
Waktu kerja efektif tersisa sekitar dua bulan. Pada Desember, waktu kerja efektif diperkirakan hanya sekitar dua minggu. Kondisi itu membuat setiap paket IJD harus bergerak cepat begitu kontrak diteken.
Ulwan berharap kontrak Preservasi Jalan Oirata memicu percepatan paket IJD lainnya, baik pada tahap penandatanganan kontrak maupun pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Ia juga menekankan pelaksanaan seluruh paket secara optimal agar berkontribusi pada target fisik, penyerapan anggaran, dan penilaian kinerja BPJN Maluku.
Apresiasi disampaikan kepada panitia pengadaan dan pihak yang mengawal proses hingga penandatanganan kontrak terlaksana. BPJN Maluku menyatakan komitmen mengawal pelaksanaan pekerjaan IJD Tahun Anggaran 2026 agar berjalan efektif, tepat waktu, dan sesuai spesifikasi teknis.
Preservasi Jalan Oirata diharapkan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di Pulau Kisar. Dampak yang dibidik: mobilitas warga lebih lancar dan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Maluku Barat Daya lebih terjaga.
Pekerjaan preservasi berbeda dari pembangunan jalan baru. Fokusnya mempertahankan kondisi ruas yang sudah ada agar tidak cepat rusak, sehingga manfaatnya paling terasa bagi warga yang bergantung pada jalur tersebut untuk aktivitas harian.