AMBON — Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 mengusung tema "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia". Tema itu dipilih untuk menegaskan bahwa cinta tanah air perlu diwujudkan melalui pengabdian dan tindakan nyata, bukan sekadar ucapan.
Dalam sambutan yang dibacakan Gubernur, Menpora menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus terus hidup dalam karakter setiap generasi penerus bangsa. Pembacaan sambutan berlangsung di halaman Kantor Gubernur Maluku.
Menpora menjabarkan tiga kata kunci tema tahun ini secara konkret. Patriotisme berarti mencintai Indonesia melalui pengabdian dan tindakan nyata. Kegigihan berarti tidak menyerah menghadapi kesulitan maupun kegagalan.
Adapun empati mencerminkan kepedulian terhadap kesulitan yang dihadapi orang lain. Ketiga nilai itu, menurut Menpora, harus berjalan seiring dengan nilai kemanusiaan.
"Kita harus membentuk generasi masa depan yang patriotik, gigih, dan berempati," demikian kutipan sambutan Menpora.
Menpora mengingatkan bahwa semangat membela bangsa tidak boleh membuat seseorang kehilangan kepedulian terhadap sesama. Patriotisme tanpa kepedulian dinilai akan kehilangan maknanya.
"Sebab patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya," kata Menpora.
Karena itu, generasi muda didorong berani bermimpi, bekerja keras, dan mengembangkan kemampuan. Mereka juga diharapkan memberi kontribusi nyata bagi Indonesia.
Menpora meminta generasi muda mampu mengambil peran kepemimpinan tanpa melupakan tanggung jawab melayani masyarakat. Pesan itu disampaikan sebagai penutup sambutan.
"Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani. Generasi yang mampu berdiri tegak untuk bangsanya, sekaligus mengulurkan tangan kepada sesamanya," pesannya.
Menurut Menpora, masa depan bangsa harus dibangun bersama sejak sekarang. Ia mengajak seluruh elemen bangsa membangun generasi muda yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan.
Di sela upacara, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyerahkan penghargaan kepemudaan kepada perwakilan siswa dan mahasiswa berprestasi. Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas capaian generasi muda di Maluku.
Pemberian penghargaan juga dimaksudkan mendorong penerima terus mengembangkan potensi. Diharapkan pula mereka berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa.
Upacara dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku. Hadir pula para asisten Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov Maluku.