PPG Unpatti Ambon Gelar Karya Proyek Kepemimpinan, Dorong Guru Inovatif Hadapi Tantangan Sekolah Kepulauan

Penulis: Ragil  •  Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01:01 WIB
Mahasiswa PPG Unpatti memamerkan karya inovatif dalam Gelar Karya Proyek Kepemimpinan di pelataran Gedung PPG, FKIP Unpatti, Ambon.

AMBON — Gelar Karya Proyek Kepemimpinan PPG Unpatti menjadi ajang bagi mahasiswa calon guru memamerkan proyek kepemimpinan dan karya inovatif yang mereka rancang selama mengikuti pendidikan profesi. Pameran di pelataran Gedung PPG, Dekanat Lama FKIP Unpatti, melibatkan dukungan dosen, guru, kepala sekolah, serta mahasiswa dari lingkungan fakultas tersebut.

Karya Inovatif Jadi Bukti Kompetensi Lulusan

Sekretaris Koordinator PPG Unpatti, Samuel Patra Ritiauw, menegaskan bahwa pendidikan profesi harus menghasilkan lulusan yang mampu menerapkan pengetahuan akademik dalam praktik pembelajaran. Penguasaan teori, menurutnya, perlu diikuti kemampuan menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan sekolah.

"Jadi kita harus bisa menunjukkan bahwa memang betul-betul lulusan Unpatti untuk Pendidikan Profesi Guru mampu melakukan karya-karya inovatif dengan keterbatasan sumber daya kita," kata Samuel Patra Ritiauw.

Samuel menilai tantangan pendidikan di Maluku menuntut pendekatan adaptif. Sebagai provinsi kepulauan, Maluku bergulat dengan persoalan ketersediaan sumber daya, fasilitas, dan pemenuhan standar pendidikan yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan tenaga pendidik.

Mengapa Guru di Maluku Perlu Lebih Kreatif

Keterbatasan kondisi sekolah kepulauan membuat mahasiswa PPG dituntut mengembangkan kreativitas dan inovasi sebagai bekal memasuki dunia kerja. Kemampuan itu diperlukan agar guru dapat menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kondisi sekolah dan kebutuhan peserta didik.

Samuel juga mengapresiasi peran dosen, guru, dan kepala sekolah yang mendukung pelaksanaan proyek kepemimpinan. Keterlibatan para praktisi sekolah dinilai penting untuk membantu mahasiswa memahami pengalaman nyata di lapangan dan menyempurnakan karya yang dikembangkan selama pendidikan profesi.

Mahasiswa di luar program PPG diajak mengunjungi stan pameran dan mengeksplorasi berbagai hasil karya yang ditampilkan. Karya tersebut diharapkan menjadi sumber inspirasi serta referensi bagi mahasiswa FKIP yang sedang menempuh pendidikan sarjana.

Dua Buku Mahasiswa Direncanakan Terbit Nasional

Pengelola sekaligus pengajar Mata Kuliah Proyek Kepemimpinan PPG Unpatti, Patris Rahabav, menegaskan pentingnya pembentukan karakter dan kompetensi dalam pendidikan calon guru. Guru profesional tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga harus memiliki moralitas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan berinovasi.

Patris menyoroti kondisi mutu pendidikan di Maluku yang menurut penilaiannya masih membutuhkan peningkatan serius. Perbaikan kualitas pendidikan harus dimulai dari persiapan calon guru, termasuk melalui penguatan pembelajaran di FKIP Unpatti dan program pendidikan profesi.

Pendidikan sarjana memberikan dasar teori dan praktik, sedangkan PPG mematangkan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman langsung di sekolah. Dosen dan guru berperan saling melengkapi untuk menghubungkan materi akademik dengan pelaksanaan pembelajaran.

Mahasiswa yang dibimbingnya telah menghasilkan dua buku yang direncanakan terbit secara nasional. Dukungan program PPG terhadap penerbitan karya mahasiswa menjadi bagian dari upaya mendorong produktivitas akademik sekaligus mempersiapkan program menghadapi akreditasi.

"Dan untuk sampai ke predikat unggul bukan tugas fakultas saja, tapi tugas bapak ibu kepala sekolah, tugas mahasiswa PPG, tugas kita sekalian dengan cara dan kemampuan kita masing-masing," kata Patris Rahabav.

Samuel Patra Ritiauw kemudian membuka secara resmi kegiatan Gelar Karya Proyek Kepemimpinan. Melalui kegiatan tersebut, PPG Unpatti mendorong penguatan pengalaman praktik, pengembangan kreativitas, dan kerja sama antara kampus dengan sekolah sebagai bagian dari upaya menyiapkan guru profesional bagi pendidikan di Maluku.

Reporter: Ragil
Sumber: laskarmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top