AMBON — Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku menyediakan 40 kilogram cabai rawit dalam gelaran Gerakan Pangan Murah di Pasar Mardika. Harga jual yang dipatok Rp40.000 per kilogram atau seperempat dari harga pasar itu berlaku dengan pembatasan pembelian maksimal 250 gram per orang.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku Inawati Bin Tahir menyebut pembatasan itu agar pasokan jual murah menjangkau lebih banyak warga. "Pembelian dibatasi maksimal 250 gram atau seperempat kilogram per orang," ujarnya.
Hasil pemantauan di Pasar Mardika menunjukkan harga cabai rawit kini berkisar Rp140.000 hingga Rp160.000 per kilogram. Lonjakan tersebut berlangsung dalam dua bulan terakhir dan menjadi perhatian pemerintah daerah karena cabai termasuk komoditas pangan strategis yang memengaruhi inflasi.
Menurut Inawati, kenaikan harga dipicu terbatasnya pasokan akibat kemarau panjang yang berkaitan dengan fenomena El Niño. Penurunan produksi lokal dan tingginya biaya distribusi dari daerah sentra produksi ke Kota Ambon memperparah kondisi.
Berkurangnya ketersediaan air tanah membuat tanaman cabai di sejumlah sentra produksi mengalami kekeringan, termasuk di Kabupaten Buru dan Kabupaten Maluku Tengah. Pasokan ke Kota Ambon pun menipis sementara kebutuhan warga tetap tinggi.
Selain intervensi harga, Pemprov Maluku bersama Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku menyiapkan pengiriman 1.000 kilogram cabai rawit dari Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pengiriman direncanakan memakai pesawat komersial melalui Surabaya sebelum akhir Oktober 2026.
Tambahan pasokan itu diharapkan memenuhi kebutuhan warga sekaligus menekan harga di pasar. Inawati menilai kerja sama antardaerah menjadi langkah penting untuk menutup keterbatasan produksi lokal di tengah cuaca panas berkepanjangan.
Sebelumnya, Gerakan Pangan Murah juga digelar di Desa Galala dengan menyediakan beras, gula, minyak goreng, dan cabai dengan harga terjangkau. GPM serentak kali ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-46.
Merujuk informasi BMKG, Inawati menyebut hujan diperkirakan baru kembali turun pada Maret 2027. Karena itu ia mengimbau warga menggunakan cabai secara bijak sesuai kebutuhan selama cuaca panas masih berlangsung.
Pemprov Maluku akan memperkuat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan lain untuk menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, dan keamanan pangan.
"Pemerintah Provinsi Maluku akan terus berupaya semaksimal mungkin melalui koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pihak agar ketersediaan pangan tetap terjaga, harga terjangkau, dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Samua Par Maluku Pung Bae," tutup Inawati.