MASOHI — Program bedah rumah layak huni yang digarap Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maluku Tengah menyasar tiga penerima manfaat. Ketiganya tersebar di wilayah Ampera, Namaelo, dan Lesane.
Peninjauan lapangan dilakukan Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal. Pemerintah daerah menargetkan seluruh unit selesai sebelum perayaan HUT Kota Masohi ke-69 pada November.
Inisiatif bedah rumah ini merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah melalui panitia peringatan HUT Kota Masohi ke-69 dengan BAZNAS Kabupaten Maluku Tengah. Skema kolaborasi itu menempatkan pemerintah daerah sebagai pelaksana dan BAZNAS sebagai mitra pendamping.
Bupati menilai keterlibatan kedua pihak memberi dampak langsung bagi warga yang selama ini menempati rumah tidak layak huni. Bantuan perumahan diharapkan menciptakan standar hidup yang lebih layak bagi para penerima.
Dari peninjauan di tiga titik, proses pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen. Pekerjaan ditargetkan tuntas pada November, bertepatan dengan perayaan HUT Kota Masohi ke-69.
Zulkarnain berharap bantuan perumahan ini dapat menciptakan standar hidup yang lebih layak bagi para penerima manfaat.
"Terutama bagi mereka yang sebelumnya tinggal di rumah yang tidak layak huni. Keterlibatan pemerintah daerah dan BAZNAS ini menjadi angin segar bagi warga yang telah lama mendambakan hunian yang aman dan nyaman," ujarnya.
Seiring berjalannya proses pembangunan di ketiga lokasi, warga berharap pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu. Harapan itu muncul agar manfaat hunian baru bisa segera dirasakan penghuninya.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah belum merinci jumlah penerima manfaat berikutnya di luar tiga unit yang sedang dikerjakan. Fokus saat ini tertuju pada penyelesaian ketiga hunian di Ampera, Namaelo, dan Lesane sebelum perayaan HUT Kota Masohi ke-69.