Olivia Colman dan Alexander Skarsgård Bintangi "Wicker", Film Erotis soal Suami Anyaman

Penulis: Sutomo  •  Selasa, 29 September 2026 | 17:03:00 WIB
Olivia Colman dan Alexander Skarsgård membintangi film "Wicker" yang tayang perdana di Sundance dan menggelar premiere Eropa di Zurich Film Festival.

MALUKU — Olivia Colman dan Alexander Skarsgård membintangi "Wicker", film yang tayang perdana di Sundance dan baru saja menggelar premiere Eropa di Zurich Film Festival. Colman berperan sebagai nelayan abad pertengahan yang menikahi suami anyaman berwujud Skarsgård, lengkap dengan adegan erotis yang mencuri perhatian penonton.

Colman mengaku jatuh cinta pada naskah "Wicker" sejak bacaan pertama. Aktris peraih Oscar itu menyebut cerita ini masuk tiga besar skenario terbaik yang pernah ia kerjakan sepanjang kariernya.

Sinopsis dan Premis Cerita

Dalam "Wicker", Colman memerankan seorang nelayan abad pertengahan yang terus dikucilkan warga kampung. Hidupnya berubah setelah menikahi seorang suami anyaman yang dibuat oleh perajin keranjang, diperankan Peter Dinklage.

Film ini disutradarai Alex Huston Fischer dan Eleanor Wilson, diadaptasi dari cerita pendek "The Wicker Husband" karya Ursula Wills-Jones. Premisnya sederhana tapi ganjil: seorang perempuan kesepian menemukan kasih sayang dari sosok yang bukan manusia seutuhnya.

Sejak tayang perdana di Sundance, "Wicker" langsung menarik perhatian. Adegan erotis Colman dan Skarsgård jadi bahan pembicaraan, termasuk adegan keduanya menyanyikan lagu Taylor Swift berjudul "Wood" dengan penuh semangat.

Colman Sebut Adegan Seksual Bagian dari Daya Jual

Colman tidak menyangkal bahwa sisi berani film ini jadi salah satu kunci promosinya. Baginya, kejutan itu justru bagian dari pesona cerita.

"Aku belum pernah membaca sesuatu seperti ini sebelumnya. Ini masuk tiga naskah terbaik yang pernah aku cintai dan kerjakan," kata Colman di Zurich Film Festival, tempat film ini menggelar premiere Eropa.

"Ceritanya indah, lucu, dan orisinal. Dan ya, satu-satunya cara menjualnya adalah dengan gambar Alex sebagai keranjang yang sangat seksi."

Skarsgård Akui Ketakutan Perankan Karakter Lembut

Buat Skarsgård, karakter suami anyaman jadi tantangan tersendiri. Aktor yang dikenal lewat peran-peran gelap itu mengaku lebih nyaman memerankan tokoh yang penuh luka.

"Jujur, aku merasa ini menakutkan. Aku jauh lebih nyaman memainkan karakter yang gelap, bengkok, dan penuh kekacauan," ujarnya.

"Ini sebuah penyimpangan dan ya, awalnya aku bingung bagaimana mendekatinya. Dia sangat manis, lembut, dan penuh perhatian, semua hal yang secara pribadi sulit aku hubungkan."

Wujud anyaman tubuh Skarsgård dibuat langsung oleh W?t? Workshop, rumah efek yang juga menggarap trilogi "The Lord of the Rings". Tim produksi memilih efek praktis ketimbang CGI untuk menghadirkan sosok suami anyaman.

"Itu luar biasa. Sungguh," kata Skarsgård soal momen pertama melihat kostumnya. "W?t? ingin efek praktis, dan itu sangat menarik. Ini bukan versi CGI."

Masker Anyaman hingga Kritik pada Institusi Pernikahan

Berakting dengan tubuh anyaman bukan perkara mudah. Masker yang menempel di wajah Skarsgård harus bisa mengikuti gerakan ekspresinya, sehingga ia diminta melebih-lebihkan setiap mimik.

"Maskernya dilem ke wajahku. Penting agar masker itu bergerak mengikuti ekspresi wajah supaya tidak terlihat datar, tapi itu berarti aku harus melebih-lebihkannya," jelasnya.

Colman mengaku belum pernah berakting dengan lawan main seperti ini. Meski begitu, chemistry keduanya terbangun natural selama syuting.

"Aku belum pernah melakukannya, tapi kami berada di dunia magis tempat kami hanya berbicara satu sama lain. Kami cocok dan banyak tertawa. Menyenangkan memerankan dua orang itu. Yah, satu orang dan satu keranjang," tuturnya.

Di balik premis ganjilnya, "Wicker" menyimpan sindiran soal institusi pernikahan dan peran gender. Colman menyoroti bagaimana hampir semua perempuan dalam film tidak punya nama, kecuali si nelayan yang justru dikucilkan karena dianggap jelek dan sulit menikah.

"Aku suka fakta bahwa mereka satu-satunya yang setara. Mereka saling mendukung, mendengarkan, dan menjaga. Ini benar-benar soal dua manusia, atau lagi-lagi sebuah keranjang, dan dua jiwa yang saling berbaik hati," kata Colman.

Skarsgård menambahkan film ini mengomentari patriarki dan konstruksi pernikahan, tapi disampaikan dengan humor yang tidak terasa menggurui.

"Semuanya begitu lembut, manis, lucu, dan tidak sopan, dengan kehalusan di dalamnya. Itu yang benar-benar berbicara kepadaku," ujarnya.

Humor "Wicker" disebut mengingatkan pada kegilaan "Monty Python and the Holy Grail". Perpaduan itu membuat film ini sulit diletakkan dalam satu kotak genre.

Setelah Sundance dan Zurich, "Wicker" masih menunggu jadwal rilis komersialnya. Bagi penonton Indonesia yang menantikan drama fantasi penuh kejutan, film ini masuk daftar yang layak dipantau di kalender festival maupun platform streaming mendatang.

Reporter: Sutomo
Sumber: variety.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top