TANIMBAR — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,0 terjadi di wilayah perairan Tanimbar, Maluku, Selasa (15/9/2026) dini hari. Pusat gempa tidak berada di daratan, melainkan di laut pada jarak 281 kilometer arah barat laut Tanimbar.
Hasil pengolahan data BMKG menempatkan titik koordinat gempa di 5,87 lintang selatan dan 129,9 bujur timur. Kedalaman pusat gempa tercatat 197 kilometer di bawah permukaan laut.
Angka 197 kilometer menempatkan gempa ini dalam kategori kedalaman menengah. Gempa dengan pusat sedalam itu umumnya tidak memicu gelombang tsunami karena energi sudah teredam sebelum mencapai permukaan laut.
BMKG tidak merinci jenis sesar atau mekanisme pergerakan lempeng yang menjadi pemicu gempa. Informasi yang disampaikan baru sebatas parameter magnitudo, koordinat, dan kedalaman.
Hingga informasi ini disampaikan, belum ada laporan resmi soal kerusakan bangunan, infraskruktur, atau korban jiwa akibat gempa tersebut. Wilayah Tanimbar memang kerap dilintasi aktivitas gempa karena berada di zona pertemuan lempeng tektonik.
BMKG mengingatkan bahwa data yang dirilis masih bersifat sementara. Hasil pengolahan bisa berubah seiring bertambahnya kelengkapan data dari stasiun pemantau.
"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Warga di sekitar Tanimbar dan wilayah Maluku lainnya diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya. Pastikan struktur bangunan tempat tinggal tidak mengalami keretakan sebelum kembali beraktivitas normal.
BMKG terus memperbarui parameter gempa melalui kanal resmi @infoBMKG. Masyarakat bisa memantau perkembangan informasi dari sumber tersebut untuk menghindari kabar simpang siur.