MALUKU — Banyuwangi — Kepadatan antrean di Pelabuhan Ketapang yang sempat menahan pergerakan truk tangki BBM kini berangsur normal. Wahyudi Anas meninjau PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang dan Integrated Terminal Tanjung Wangi untuk memastikan rantai distribusi bahan bakar tidak putus.
Pasokan BBM untuk operasional ASDP selama ini mengalir dari IT Tanjung Wangi. Ketika antrean kendaraan mengular di kawasan pelabuhan, armada pengangkut BBM ikut terjebak dan laju pengiriman ke SPBU melambat.
Wahyudi menyoroti kebiasaan pengemudi kendaraan bermuatan besar yang memarkir kendaraan di sepanjang jalur utama menuju akses masuk Pelabuhan ASDP. Praktik itu dinilai mempersempit ruang gerak truk pengangkut BBM.
"Hal itu mengganggu pergerakan truk pengangkut BBM," kata Wahyudi, dikutip dari laman BPH Migas, Senin (14/9/2026).
Menurut dia, kepadatan terutama dipicu banyaknya kendaraan logistik berukuran besar yang parkir di luar area penampungan. Sementara dari sisi ketersediaan stok dan mekanisme distribusi, kondisi secara umum tetap aman.
"Hasilnya, sejak tiga hari lalu antrean kendaraan sudah mulai landai, dan hari ini kondisi SPBU yang kami pantau di sepanjang jalan sudah kembali normal dan tidak ada antrean," tambahnya.
Lonjakan pengguna jasa penyeberangan ASDP dalam beberapa hari terakhir menjadi pemicu kepadatan. BPH Migas mencatat volume kendaraan roda dua naik hingga 42 persen, sementara kendaraan roda empat — mencakup mobil pribadi, angkutan penumpang, dan kendaraan barang — bertambah sekitar 8 persen.
Kenaikan itu membuat kawasan pelabuhan menampung beban lebih besar dari biasanya, terutama pada jam-jam sibuk keberangkatan. Dampaknya merembet ke jalur logistik yang bersinggungan langsung dengan rute truk BBM menuju SPBU di Banyuwangi dan sekitarnya.
BPH Migas menyatakan terus memantau kelancaran distribusi BBM di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya. Skenario darurat disiapkan untuk mengantisipasi jika kepadatan serupa terulang, terutama saat puncak arus penyeberangan.
Wahyudi berharap kesadaran pengemudi kendaraan bermuatan besar atau ber sasis panjang (long chassis) untuk tidak memarkir kendaraan di jalur utama menuju Pelabuhan ASDP. Imbauan ini menjadi kunci agar arus logistik, termasuk BBM, tetap lancar tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna jasa penyeberangan.
Bagi masyarakat Banyuwangi dan pengguna jalur Ketapang, kondisi SPBU yang kembali normal berarti tidak ada lagi antrean panjang yang menyita waktu. Namun perbaikan ini bergantung pada disiplin di lapangan — terutama soal parkir kendaraan besar di jalur akses pelabuhan.