MALUKU — Philips Hue, lini smart home dari Signify, kembali memperluas ekosistem pencahayaan adaptifnya. Setelah sukses dengan Sync Box 8K yang dirilis tahun lalu, kini muncul dua perangkat baru yang dirancang untuk menjangkau lebih banyak pengguna: Hue Play Sync Box Lite dan Hue Sync Camera. Bocoran ini pertama kali diungkap oleh HueBlog dan masih terpajang di situs salah satu retailer.
Sync Box Lite pada dasarnya adalah versi ramping dari pendahulunya. Perangkat ini tetap berfungsi sebagai perantara antara sumber video dan televisi, mengambil sinyal dari port HDMI untuk kemudian menyinkronkan lampu ruangan dengan konten yang sedang diputar. Namun, perbedaan utamanya terletak pada jumlah input: model ini hanya mendukung satu perangkat, berbanding empat input pada Sync Box 8K.
Dengan banderol £109,99 (sekitar Rp 2,2 juta), Sync Box Lite dibanderol jauh lebih murah ketimbang Sync Box 8K yang dipatok £299,99 (sekitar Rp 6 juta). Di pasar Amerika Serikat, perangkat ini diperkirakan akan dijual di kisaran US$ 140–150, mengacu pada harga 8K yang saat ini mencapai US$ 385.
Meski lebih murah, ada kompensasi yang perlu diperhatikan. Performa maksimalnya dibatasi pada resolusi 4K60 atau 1080p120. Bagi pengguna dengan satu konsol game atau streaming box, pembatasan ini mungkin bukan masalah besar, tetapi bagi yang memiliki banyak perangkat, opsi ini terasa kurang fleksibel.
Selain Sync Box Lite, HueBlog juga melaporkan keberadaan perangkat lain bernama Sync Camera. Berbeda dengan pendekatan berbasis HDMI, perangkat ini dipasang di atas televisi dan menggunakan kamera untuk membaca langsung apa yang tampil di layar. Metode ini menghilangkan kebutuhan akan kotak perantara sama sekali.
Keunggulan utama Sync Camera adalah kemampuannya menyinkronkan lampu dengan konten dari aplikasi bawaan TV (built-in apps). Ini mengatasi keterbatasan Sync Box yang hanya bisa memproses sinyal dari perangkat eksternal. Meski terkesan kurang elegan secara teknis, solusi ini menawarkan kemudahan setup yang jauh lebih simpel. Informasi mengenai harga Sync Camera belum diumumkan.
Kedua perangkat ini berpotensi diluncurkan dalam waktu dekat. Mengingat ajang IFA (Internationale Funkausstellung Berlin) akan digelar pada awal September, tidak menutup kemungkinan Philips Hue mengumumkan ketersediaan keduanya di ajang dagang teknologi terbesar Eropa tersebut. Belum ada konfirmasi resmi mengenai jadwal masuk ke pasar Indonesia, tetapi biasanya produk smart home Signify menyusul beberapa bulan setelah perilisan global.
Langkah ini menunjukkan strategi Philips Hue untuk mendemokratisasi teknologi sync lighting yang selama ini identik dengan biaya mahal. Dengan dua opsi baru, pengguna kini punya pilihan: mengorbankan fleksibilitas input demi harga lebih bersahabat, atau memilih kemudahan pemasangan tanpa perlu mengganti perangkat HDMI.