Pemprov Maluku Perluas Sekolah Rakyat ke 14 Titik di 11 Kabupaten/Kota, 370 Siswa Sudah Diterima di Tahap Awal

Penulis: Sutomo  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:06:01 WIB
anak dari keluarga tidak mampu tercatat sebagai siswa Sekolah Rakyat tahap awal di Maluku.

AMBON — Sebanyak 370 anak dari keluarga tidak mampu telah tercatat sebagai siswa Sekolah Rakyat di Maluku pada tahap awal. Mereka tersebar di Kota Ambon yang menampung 100 siswa, serta Kabupaten Maluku Tengah dengan 270 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA—masing-masing 90 siswa per jenjang.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyatakan perluasan akan terus berlanjut hingga menjangkau 14 titik di 11 kabupaten/kota. "Program pendidikan Sekolah Rakyat sudah berjalan di tiga lokasi, yaitu Kota Tual, Kota Ambon, dan Maluku Tengah. Ke depan akan kita kembangkan di 14 titik di 11 kabupaten/kota," ujarnya di Ambon, Sabtu (22/8/2026).

Biaya Pendidikan Ditanggung Penuh Negara

Sekolah Rakyat mengusung sistem pendidikan berbasis asrama. Peserta didik tidak hanya belajar, tetapi juga mendapat pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan dasar secara gratis.

Fasilitas yang ditanggung meliputi tempat tinggal, makan tiga kali sehari, seragam, buku pelajaran, hingga layanan kesehatan. "Anak-anak tidak hanya datang untuk belajar, tetapi kebutuhan pendukung pendidikan mereka juga diperhatikan. Faktor ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi mereka untuk memperoleh pendidikan," kata Hendrik.

Kurikulum Nasional, Ijazah Setara Sekolah Reguler

Meski dikelola dengan sistem asrama, proses belajar mengajar tetap mengacu pada kurikulum nasional standar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ijazah yang diterbitkan setara dengan sekolah reguler sehingga lulusan bisa melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi.

Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Tantangan Geografis dan Dukungan Sekolah Garuda

Perluasan Sekolah Rakyat di Maluku tidak lepas dari kendala geografis. Wilayah provinsi yang terdiri atas banyak pulau membuat akses transportasi dan layanan dasar antardaerah tidak merata.

Pemerintah menilai penambahan titik layanan menjadi kunci untuk mendekatkan akses pendidikan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan. Selain Sekolah Rakyat, Pemprov Maluku juga mendukung pengembangan Sekolah Unggul Garuda di SMAN Siwalima Ambon yang fokus pada talenta sains dan teknologi.

"Yang kita bangun bukan hanya sekolahnya, tetapi kesempatan bagi anak-anak Maluku untuk memiliki masa depan yang lebih baik," tegas Hendrik.

Reporter: Sutomo
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top