MALUKU — Timnas Mesir tiba di Bandara New Alamein pada Jumat (10/7) dan langsung disambut antusias oleh para suporter. Momen bersejarah yang mereka torehkan di Piala Dunia—lolos dari fase grup untuk pertama kalinya—tetap menjadi alasan utama bagi publik untuk memberikan apresiasi. Perjalanan mereka, yang berakhir setelah kekalahan dari Argentina di babak 16 besar, mendapat sambutan meriah dari para pendukung yang setia menanti sejak pagi.
Di balik sambutan hangat tersebut, ada satu isu yang tak kunjung reda. Kubu Mesir secara terbuka menyoroti sejumlah keputusan wasit saat melawan Argentina yang dinilai tidak adil dan merugikan tim. Kekalahan ini terasa pahit bukan hanya karena mengakhiri sejarah mereka, tetapi juga karena diwarnai kontroversi yang langsung memicu perdebatan di kalangan penggemar sepak bola Mesir.
Menanggapi protes yang dilayangkan oleh pihak Mesir, FIFA buka suara. Dalam pernyataan resminya, federasi sepak bola dunia itu membantah keras tudingan yang menyebut wasit tidak profesional. FIFA menegaskan bahwa seluruh perangkat pertandingan telah menjalankan tugas sesuai prosedur yang berlaku dan tidak ada pelanggaran prosedur yang ditemukan.
Pernyataan itu sekaligus menutup ruang bagi Mesir untuk mengajukan protes resmi lebih lanjut. Meskipun demikian, kekecewaan di kubu Mesir tetap terasa, terutama di kalangan pemain dan ofisial tim yang merasa perjuangan keras mereka di babak 16 besar tidak mendapatkan keadilan maksimal.
Terlepas dari kontroversi yang menyelimuti laga kontra Argentina, pencapaian Timnas Mesir di Piala Dunia edisi kali ini tetap layak diapresiasi. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, mereka berhasil menembus babak 16 besar, sebuah prestasi yang belum pernah diraih oleh generasi sebelumnya. Keberhasilan ini menjadi modal berharga sekaligus bukti perkembangan sepak bola Mesir di kancah global.
Kini, dengan kepulangan mereka yang disambut hangat, fokus publik Mesir perlahan beralih ke evaluasi perjalanan tim dan persiapan menuju turnamen-turnamen berikutnya. Sambutan meriah di bandara menjadi pengingat bahwa dukungan suporter tetap solid, meskipun ada rasa kecewa yang mendalam akibat keputusan wasit.