AMBON — Enam desa di Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur, menjadi lokasi monitoring Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang dilakukan oleh Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku. Program ini menargetkan pembukaan lahan sawah baru seluas 1.702,433 hektare sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Tim BBRMP Maluku memonitor pelaksanaan program di enam desa, yaitu Waisamet, Waimatakabo, Aki Jaya, Banggoi Pancoran, Jakarta Baru, dan Sumber Agung. Kepala BBRMP Maluku Gunawan menyatakan bahwa dari hasil pemantauan di lapangan, program terus berjalan dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat.
“Pembukaan lahan sawah baru itu diharapkan dapat meningkatkan produksi padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Seram Bagian Timur,” kata Gunawan di Ambon, Kamis.
Monitoring ini didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Iwan Rumarubun dan Tamiran, yang selama ini mengawal program sejak tahap identifikasi lahan hingga pendampingan kelompok tani. Gunawan menekankan pentingnya kehadiran penyuluh untuk memastikan setiap tahapan kegiatan berjalan sesuai perencanaan dan target pemerintah.
Sejumlah petani dan perwakilan kelompok tani juga turut hadir, di antaranya Jumari dari Kelompok Tani Budidaya, Solekan dari Kelompok Tani Sumber Makmur, Ahmad Rifai dari Kelompok Tani Sri Rezeki, serta Rinto Anamsur dari Kelompok Tani Aki Jaya Makmur. Para petani menyatakan komitmennya mendukung dan menyukseskan program CSR sebagai langkah meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
Program Cetak Sawah Rakyat di Kecamatan Bula Barat diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan sektor pertanian di Maluku. “Melalui kolaborasi antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani, program CSR di Kecamatan Bula Barat diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan sektor pertanian serta mendukung target swasembada pangan nasional,” ucap Gunawan.