MALUKU — Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara IKN, Rudi Setiawan, memastikan seluruh pamong administrasi telah tiba di Nusantara pada Senin (23/06/2026). Mereka datang melalui jalur udara sejak 21 Juni dan jalur laut yang membawa material, kendaraan operasional, serta perlengkapan sekolah.
"Pamong administrasi sudah tiba di IKN. Saat ini seluruh pamong administrasi sudah berada di IKN," ujar Rudi dalam keterangan resmi, Selasa (23/06/2026).
SMA Taruna Nusantara IKN saat ini memiliki 37 pamong pengajar dan pengasuh serta 72 pamong administrasi. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring perkembangan sekolah dan penambahan siswa pada tahun-tahun mendatang.
Pamong pengajar dan pengasuh masih menjalani pembekalan di Magelang dan dijadwalkan bergabung di IKN pada 25 Juni 2026. Di lingkungan SMA Taruna Nusantara, istilah pamong digunakan untuk tenaga pendidik, pengasuh, dan personel pendukung yang bertanggung jawab dalam proses pembelajaran, pembinaan karakter, serta operasional sekolah berasrama.
Sebanyak 237 siswa yang akan naik ke kelas XI merupakan angkatan pertama SMA Taruna Nusantara IKN. Selama masa pembangunan kampus, mereka menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara Magelang.
"Ketika sekolah ini mulai menerima siswa, bangunannya masih dalam proses pembangunan sehingga para siswa menjalani pendidikan terlebih dahulu di Magelang. Tahun ini mereka akan naik ke kelas XI dan mulai menempati kampus di IKN," kata Rudi.
Sementara itu, 240 siswa baru kelas X akan mengikuti Pendidikan Dasar Kedisiplinan (PDK) di Magelang selama tiga bulan sebelum bergabung di kampus IKN pada awal Oktober 2026.
Pembangunan SMA Taruna Nusantara IKN dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama telah rampung 100 persen dan mencakup ruang kelas, laboratorium, Main Hall, serta asrama putra dan putri yang dirancang untuk menampung dua angkatan siswa tahun ini.
Tahap kedua ditargetkan selesai pada Oktober atau November 2026, meliputi rumah dinas kepala sekolah dan pamong, graha putra, lapangan upacara, poliklinik, laundry, garasi mobil, serta tempat pembuangan sampah.
Pembangunan tahap ketiga akan difokuskan pada fasilitas penunjang seperti Balairung Pancasila, sport center, kolam renang, lapangan olahraga, gedung olahraga dalam ruangan, dan sarana ibadah.