BURU — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaporkan progres fisik Bendungan Way Apu yang dibangun oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku kini berada di angka 86,91 persen. Infrastruktur ini tidak hanya menjadi sumber irigasi, tetapi juga penyedia air baku dan pengendali banjir di wilayah hilir.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa bendungan harus didukung jaringan irigasi yang terintegrasi agar manfaatnya optimal bagi petani.
"Kita sepakat bahwa infrastruktur sumber daya air sangat penting untuk mencapai swasembada pangan. Bendungan bukan hanya bangunan fisik untuk menampung air, tetapi bagian dari sistem yang memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian secara berkelanjutan melalui jaringan irigasi yang terintegrasi," kata Dody dalam keterangan tertulis, Jumat (20/6/2026).
Bendungan Way Apu dirancang dengan kapasitas tampung 50,05 juta meter kubik. Air yang tertampung akan dialirkan ke daerah irigasi seluas 10.562 hektare, yang diyakini mampu meningkatkan produktivitas dan intensitas tanam petani di Kabupaten Buru.
Selain untuk pertanian, bendungan ini juga menyediakan air baku sebesar 0,550 meter kubik per detik. Pasokan itu akan memenuhi kebutuhan rumah tangga dan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Manfaat lain yang dihadirkan adalah pengendalian banjir. Bendungan Way Apu mampu mereduksi debit banjir hingga 394 meter kubik per detik, sehingga risiko banjir yang mengancam permukiman, lahan pertanian, dan infrastruktur di wilayah hilir bisa ditekan secara signifikan.
Kementerian PU juga menyiapkan kawasan bendungan sebagai destinasi wisata baru di Maluku. Sejumlah fasilitas penunjang seperti gardu pandang, area parkir, kawasan lanskap, dan akses jalan telah selesai dibangun.
Melalui dukungan sektor pertanian, penyediaan air, dan pariwisata, bendungan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Keberadaannya juga memperkuat kontribusi Maluku terhadap pembangunan nasional yang berkelanjutan, khususnya dalam program swasembada pangan.
Pemerintah menargetkan penyelesaian penuh Bendungan Way Apu dalam waktu dekat, seiring dengan rampungnya pekerjaan lanjutan di lokasi proyek.