Keputusan ini diumumkan Google melalui halaman dukungan resmi, di mana kedua alat bantu coding tersebut akan dinonaktifkan secara bertahap. Gemini Code Assist untuk GitHub akan sepenuhnya berhenti beroperasi pada 17 Juli 2024, mengakhiri semua aktivitas peninjauan kode yang dilakukan oleh aplikasi tersebut. Namun, layanan serupa untuk pengguna enterprise tetap berjalan tanpa perubahan.
Google mengakui bahwa Gemini CLI telah membuktikan terminal sebagai antarmuka yang luar biasa untuk tugas-tugas agen. Namun, kebutuhan pengguna telah bergeser. Mereka kini membutuhkan banyak agen yang bisa berkomunikasi satu sama lain untuk membagi pekerjaan dan memecahkan masalah kompleks.
"Kami melayani Anda dengan baik dengan memusatkan energi ke satu produk yang dibangun untuk realitas multi-agen saat ini," tulis Google dalam blog resminya. Alih-alih mempertahankan dua alat terpisah, perusahaan memilih menyatukan upaya ke dalam Antigravity, platform pengembangan berbasis agen yang mencakup pengalaman terminal baru bernama Antigravity CLI.
Google mengakui Antigravity CLI belum memiliki "paritas fitur 1:1 secara langsung" dibandingkan pendahulunya. Namun, platform ini tetap mempertahankan fitur-fitur paling kritis seperti Agent Skills, Hooks, Subagents, dan Extensions. Antigravity CLI juga disebut berbagi arsitektur dengan aplikasi desktop Antigravity 2.0, memungkinkan alur kerja asinkron yang lebih cepat dan terpadu.
Bagi pengguna yang selama ini mengandalkan Gemini Code Assist untuk meninjau kode di repositori pribadi, masa transisi ini berarti harus segera bermigrasi ke Antigravity atau mencari alternatif lain. Google menegaskan bahwa Antigravity dirancang sebagai platform tunggal yang dibutuhkan pengembang untuk membangun masa depan, dengan backend server-side yang kuat.
Bagi pengembang perangkat lunak di Indonesia yang menggunakan Gemini Code Assist versi gratis atau konsumen, langkah Google ini berarti harus segera beradaptasi. Antigravity CLI menawarkan pendekatan baru yang lebih menekankan pada kerja sama antar-agen, bukan sekadar debugging kode dari satu terminal. Meskipun Google menjanjikan performa lebih cepat, ketiadaan fitur 1:1 secara langsung bisa menjadi hambatan bagi proyek-proyek yang sudah berjalan.
Sementara itu, pengguna enterprise tidak perlu khawatir. Gemini Code Assist untuk GitHub versi korporat tetap berjalan tanpa perubahan, menunjukkan bahwa Google masih melihat pasar bisnis sebagai prioritas utama untuk alat bantu coding berbasis AI ini.