Harga Emas Antam Naik Rp 15.000 Jadi Rp 2.711.000 Per Gram, Sentuh Rekor Tertinggi Baru

Penulis: Fajar  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:25:31 WIB
Harga emas batangan Antam naik menjadi Rp 2.711.000 per gram, mencetak rekor tertinggi baru.

MALUKU — Mengutip situs resmi Logam Mulia Antam, harga emas batangan ukuran 1 gram dibanderol Rp 2.711.000. Harga tersebut naik tipis 0,56% dari posisi perdagangan kemarin yang masih bertengger di Rp 2.696.000 per gram.

Harga Buyback Ikut Terkerek ke Level Baru

PT Antam juga menetapkan harga pembelian kembali (buyback) sebesar Rp 2.487.000 per gram. Angka ini naik Rp 14.000 dari posisi sebelumnya. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali, atau yang dikenal sebagai spread, tercatat sebesar Rp 224.000 per gram atau sekitar 8,26%.

Daftar Harga Emas Antam Berdasarkan Ukuran (13 Juni 2026)

Berikut rincian harga emas Antam untuk beberapa pecahan ukuran yang paling banyak dicari investor ritel:

  • Emas batangan 0,5 gram: Rp 1.355.500
  • Emas batangan 1 gram: Rp 2.711.000
  • Emas batangan 5 gram: Rp 13.055.000
  • Emas batangan 10 gram: Rp 25.555.000
  • Emas batangan 50 gram: Rp 126.525.000
  • Emas batangan 100 gram: Rp 252.800.000
  • Emas batangan 500 gram: Rp 1.262.600.000
  • Emas batangan 1000 gram: Rp 2.524.600.000

Pemicu Kenaikan: Dolar AS Melemah dan Harapan Pemangkasan Suku Bunga

Kenaikan harga emas batangan Antam pagi ini sejalan dengan pergerakan emas dunia yang terus mendaki. Di pasar spot, harga emas internasional berhasil menembus level psikologis 2.400 dolar AS per troy ons. Sentimen positif datang dari data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari ekspektasi, memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Pelemahan indeks dolar AS juga menjadi katalis utama. Dolar yang terdepresiasi membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan global terhadap logam mulia ini.

Investor Lokal Masih Pilih Emas Sebagai Safe Haven

Di tengah volatilitas pasar saham yang masih tinggi, emas tetap menjadi primadona bagi investor ritel Indonesia. "Investor cenderung melakukan diversifikasi ke aset safe haven seperti emas untuk mengamankan portofolio di tengah ketidakpastian suku bunga global," ujar analis komoditas dalam catatannya. Tren kenaikan ini diproyeksikan masih akan berlanjut dalam jangka pendek seiring dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed.

Harga emas Antam yang terus mencetak rekor baru dalam beberapa pekan terakhir juga mendorong volume transaksi di gerai Logam Mulia. Masyarakat yang sebelumnya menahan pembelian kini mulai kembali masuk pasar, baik untuk investasi jangka panjang maupun sekadar melindungi nilai kekayaan dari inflasi.

Reporter: Fajar
Sumber: cnbcindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top