MALUKU — Mengutip situs resmi Logam Mulia Antam, harga emas batangan ukuran 1 gram dibanderol Rp 2.711.000. Harga tersebut naik tipis 0,56% dari posisi perdagangan kemarin yang masih bertengger di Rp 2.696.000 per gram.
PT Antam juga menetapkan harga pembelian kembali (buyback) sebesar Rp 2.487.000 per gram. Angka ini naik Rp 14.000 dari posisi sebelumnya. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali, atau yang dikenal sebagai spread, tercatat sebesar Rp 224.000 per gram atau sekitar 8,26%.
Berikut rincian harga emas Antam untuk beberapa pecahan ukuran yang paling banyak dicari investor ritel:
Kenaikan harga emas batangan Antam pagi ini sejalan dengan pergerakan emas dunia yang terus mendaki. Di pasar spot, harga emas internasional berhasil menembus level psikologis 2.400 dolar AS per troy ons. Sentimen positif datang dari data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari ekspektasi, memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Pelemahan indeks dolar AS juga menjadi katalis utama. Dolar yang terdepresiasi membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan global terhadap logam mulia ini.
Di tengah volatilitas pasar saham yang masih tinggi, emas tetap menjadi primadona bagi investor ritel Indonesia. "Investor cenderung melakukan diversifikasi ke aset safe haven seperti emas untuk mengamankan portofolio di tengah ketidakpastian suku bunga global," ujar analis komoditas dalam catatannya. Tren kenaikan ini diproyeksikan masih akan berlanjut dalam jangka pendek seiring dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed.
Harga emas Antam yang terus mencetak rekor baru dalam beberapa pekan terakhir juga mendorong volume transaksi di gerai Logam Mulia. Masyarakat yang sebelumnya menahan pembelian kini mulai kembali masuk pasar, baik untuk investasi jangka panjang maupun sekadar melindungi nilai kekayaan dari inflasi.