MIND ID Digenjot Lebih Efisien, BP BUMN dan Danantara Siapkan Penataan Organisasi

Penulis: Ragil  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 13:01:31 WIB
Kepala BP BUMN dan Dirut MIND ID bahas penataan organisasi untuk efisiensi operasional.

MALUKU — Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, bertemu langsung dengan Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, di Jakarta. Pertemuan itu membahas konsolidasi bisnis, penyederhanaan struktur organisasi, dan penguatan tata kelola perusahaan.

"Penataan ini diarahkan agar operasional perusahaan berjalan lebih fokus, efisien, terintegrasi, serta mampu menjawab kebutuhan transformasi industri mineral dan batu bara ke depan," ujar Dony dalam keterangan resmi, Rabu (27/5/2026).

Mengapa Holding Tambang Negara Perlu Dibenahi Sekarang?

Menurut Dony, penataan organisasi menjadi fondasi penting agar MIND ID bisa bergerak lebih adaptif. Perusahaan harus mampu mengelola rantai pasok mineral secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan sumber daya alam hingga pengembangan industri hilir bernilai tambah tinggi.

Selama ini, MIND ID menaungi sejumlah emiten tambang besar seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Freeport Indonesia, dan PT Timah Tbk (TINS). Dengan struktur yang lebih ramping, pengambilan keputusan bisnis diharapkan bisa berjalan lebih cepat dan terukur.

Sinergi Antar-entitas Jadi Kunci

Dony menilai langkah ini penting untuk memperkuat sinergi antar-entitas usaha di bawah holding. "Pengambilan keputusan bisnis dapat berjalan lebih cepat dan terukur," katanya.

Konsolidasi bisnis di lingkungan MIND ID juga ditargetkan menciptakan efisiensi operasional, memperkuat integrasi ekosistem industri pertambangan, serta meningkatkan kapasitas investasi pada proyek-proyek strategis nasional. Dengan kata lain, holding tambang negara ini diharapkan tak hanya efisien secara biaya, tapi juga lebih gesit dalam merespons peluang investasi hilirisasi.

Dampak ke Industri Hilir dan Negara

Penataan ini menjadi bagian dari transformasi industri pertambangan nasional yang lebih besar. Jika berjalan efektif, negara akan mendapatkan nilai tambah lebih besar dari hasil bumi, bukan hanya dari ekspor bahan mentah.

MIND ID selama ini menjadi ujung tombak hilirisasi nikel, bauksit, dan tembaga. Dengan struktur yang lebih efisien, proyek-proyek smelter dan industri pengolahan mineral di dalam negeri diharapkan bisa rampung lebih cepat dan tepat biaya.

Langkah BP BUMN dan Danantara ini menjadi sinyal bahwa pemerintah serius mendorong holding tambang negara menjadi pemain global yang kompetitif, bukan sekadar kumpulan perusahaan plat merah.

Reporter: Ragil
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top