MALUKU — Keputusan ini diumumkan Managing Director PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) Marsal Masita dalam acara kerja sama PSSI dengan EA Sports FC di Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2026). Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Kamboja, Singapura, dan Brunei Darussalam atau Timor Leste.
Dua pertandingan kandang fase grup akan digelar di Pakansari. Timnas menjamu Kamboja pada 27 Juli, lalu meladeni Vietnam pada 3 Agustus. Dua laga tandang lainnya belum diumumkan lawan dan lokasinya.
Marsal mengakui kapasitas SUGBK yang mencapai 77.000 kursi terlalu besar untuk laga fase grup. "Kita lihat juga ya, pertandingan-pertandingan di group stage kita kayaknya agak sulit kalau kita expect 60.000 penonton," ujarnya.
Stadion Pakansari berkapasitas 30.000 penonton dinilai lebih ideal. "Rasanya punya kapasitas yang pas buat kita lakukan dua home group stage yaitu lawan Vietnam dan Kamboja," jelas Marsal.
Pilihan ini juga mempertimbangkan efisiensi dan kenyamanan penonton. PSSI tak ingin stadion besar hanya terisi setengah kapasitas.
Marsal menyatakan targetnya jelas: lolos ke semifinal. Jika itu terjadi, GBK akan menjadi kandang Timnas. "Insyaallah kalau kita masuk semifinal, semoga lawan Malaysia, dan final lawannya siapa pun, kita akan main di GBK," katanya.
Pendaftaran venue ke AFF sudah dilakukan dengan skema tersebut. Artinya, GBK baru akan dipakai jika Indonesia melewati babak grup.
Marsal memastikan kondisi Stadion Pakansari aman. Sebelumnya, stadion yang dibuka pada 2014 ini sempat mengalami kerusakan atap. Namun, perbaikan sudah dilakukan.
"Aman-aman (kondisinya), tim PSSI sudah ke sana kemarin. Artinya persiapannya kan masih cukup ada waktu nih. Pertandingan game kita kan setelah World Cup (Piala Dunia 2026), jadi 20-an akhir Juli," ujar Marsal.
Pada bulan ini, Pakansari terlihat menjalani renovasi. Fokus perbaikan meliputi atap yang sempat rusak dan perawatan kualitas rumput. PSSI yakin semuanya rampung sebelum laga pertama.